berita2.com (Manokwari, Papua Barat): Akhirnya jenazah Derek Adi yang tewas akibat dianiaya tentara, Selasa (17/5/2011) sore, dimakamkan disamping rumah orangtuanya di Kelurahan Amban, Manokwari, Papua Barat.
Jelang pemakanan keluarga dan kerabat tak mampu menahan tangis. Keluarga sulit menerima kenyataan anak ketiga pasangan Damas Adi dan Maryen itu, telah meninggalkan mereka untuk selamanya.
Derek tewas Minggu 15 Mei 2011. Saat itu ia dalam perjalanan pulang dari Nabire untuk melengkapi berkas persyaratan setelah lolos tes calon pegawai negeri sipil. Di pelabuhan kapal yang akan membawanya ke Manokwari tiba-tiba ia dianiaya tentara hingga tewas. Belum jelas motif penganiayaan itu.
Kematian Derek memicu kemarahan warga. Ratusan warga Pegunungan Tengah Papua bersenjata panah dan tombak merusak berbagai fasilitas di Pelabuhan Manokwari.
Atas kasus kekerasan yang dilakukan anak buahnya, Pangdam XVII Cendrawasih Mayor Jenderal Erfi Triasunu meminta maaf kepada keluarga korban. Untuk meredam kemarahan dan tuntutan dari suku keluarga korban yang masih belum terima atas kematian derek, Pangdam telah memerintahkan Kodim Manokwari bersama Korem 171 Sorong melakukan upacara adat. Langkah itu dimaksudkan untuk mewujudkan perdamaian. Saat ini seorang tentara tersangka penganiaya Derek masih diperiksa di Markas Kodim Manokwari.















