berita2.com (Ternate,Maluku Utara): Kasus korupsi di tubuh Dinas social Maluku Utara mulai tercuat ke permukaan . Hal ini terkuak seiring saling tuding antara Kepala dinas Sosial Maluku Utara Asril Ahmad dan Muhamammad Selang yang menjabat sebagai kepala bidang bantuan dan jaminan social (Banjamsos).
Muhammad selang menuding Asril Ahmad menyalahgunakan bantuan beras cadangan bencana alam pada tahun anggaran 2010,sebaliknya Asril ahmad menggugat Muhammad Selang selaku penanggung jawab proyek keserasian perumahan harapan baru di desa tedeng kabupaten Hamahera Barat yang diduga bermasalah hingga kini .
Koordinator “GERAM MALUT” pos Halmahera barat (gerakan Masyarakat Anti Korupsi) Farid A.Imam saat di konfimasi berita2.com (12/6/2011) mengatakan bahwa proyek yang di tangani Muhammad selang di desa Tedeng Halmahera Barat banyak masalah selain bantuan anggaran di sunat,proyek sumur bor di desa tersebut juga tidak berfungsi sementara proyek itu bersumber dari APBN tahun anggaran 2009 . Kata farid
Lanjut farid dalam petunjuk teknis (JUKNIS) proyek tersebut harus melibatkan masyarakat akan tetapi pada proyek tersebut masyarakat tidak di libatkan dan ini fakta .”kami akan menuntut”tegas farid
Data yang di himpun berita2.com Halmahera Barat pada proyek tersebut memperoleh Rp.1.3 Miliar untuk 10 desa termasuk desa tedeng . satu desa mendapatkan Rp.130 juta akan tetapi Faktanya menurut sumber terpercaya berita2.com di Halmahera barat setiap desa hanya mendapatkan Rp.92 juta tidak hanya itu petugas lapangan juga ikut memotong anggaran tersebut katanya balas budi .
Sementara itu kepala Dinas Sosial Maluku Utara Asril Ahmad saat di konfirmasi berita2.com senin (13/6/2011) mengaku tidak tahu menahu soal pemotongan anggaran “saya hanya selaku pimpinan yang merekomendasi rancangan kerja di Halmahera barat”katanya . Lanjut Asril program serupa juga pernah bermasalah di desa payahe dan oba dimana mahasiswa sudah menanyakan laporan kegiatan tersebut .
Terpisah Muhammad selang membantah tudingan ini “ hanya fitnah yang datang dari orang-orang yang menjatuhkan jabatan saya selaku kepala bidang “ tanyalah kegiatan ini sudah sesuai mekanisme yang ada dan ini melibatkan masyarakat di 9 kabupaten kota di Maluku Utara . terang Muhammad selang . (GUN)