berita2.com (Ambon, Maluku): Kebakaran Sekolah Kristen Protestan di Kelurahan Uremesing, Kota Ambon, Maluku, Selasa 22 Maret 2011 dini hari tadi, menyebabkan aktivitas belajar mengajar menjadi terganggu. Para siswa bahkan terancam tidak bisa mengikuti ujian tengah semester yang sedianya digelar Rabu 23 Maret 2011. Sedangkan penyebab kebakaran, masih diselidiki pihak kepolisian.
Aparat Polda Maluku melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran perguruan Kristen Protestan di Kelurahan Uremesing, Kota Ambon. Kebakaran yang terjadi dini hari tadi menghanguskan 9 ruang kelas, serta ruang guru yang berada di lantai dua. Polisi juga minta keterangan penjaga keamanan sekolah yang berada dilokasi kejadian.
Penyebab terjadinya kebakaran sejauh ini belum disimpulkan. Menurut sejumlah saksi mata, api bersumber dari salah satu ruangan yang berada di lantai dua gedung tersebut. Akibat kebakaran, kegiatan belajar mengajar pada hari ini tidak bisa dilaksanakan.
Sedikitnya 300 siswa terancam gagal mengikuti ujian tengah semester yang dijadwalkan berlangsung Rabu besok. Para guru masih memikirkan tempat yang bisa digunakan oleh para siswa untuk ujian. Para murid dan guru berharap pemerintah segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang mereka alami ini.
Api yang membakar sekolah ini pada dini hari tadi berkobar dengan cepat membakar ruang demi ruang kelas di lantai dua. Selain itu sempat terdengar beberapa kali ledakan dalam kebakaran itu. Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.















