berita2.com (Ambon, Maluku): Kendati petugas keamanan sudah ditambahkan dengan pengiriman 200 personel Brimob dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, kerusuhan di Ambon kerusuhan di Ambon tidak bisa dibendung. Bentrokan terus meluas pada Senin dini hari (12/9/2011). Sejumlah rumah dibakar.
Kendati sudah dijaga aparat keamanan dari Brimob Polda Maluku dan TNI-AD, tapi massa yang membakar sejumlah rumah warga. Padahal, sejak Ahad (11/9) siang hingga sore, lokasi itu hanya dijaga sejumlah aparat polisi lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan bermotor yang hilir mudik.
Bahkan, sejumlah warga dari dua kawasan itu masih sempat berkumpul untuk menenangkan suasana. Menjelang tengah malam situasinya berubah dan tidak terkendali sehingga terjadi aksi pembakaran di kawasan Mardika-Batumerah dan seputar kawasan Hotel Amans ke arah Mardika pantai.
Aparat keamanan juga berulang kali melepaskan rentetan tembakan ke udara sebagai tanda peringatan, sementara Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP Djoko Susilo belum bisa dikonfirmasi.
Selain kebakaran di kawasan Mardika, kobaran api juga terlihat membumbung di kawasan Waringin dan Tanah Lapang Kecil. Namun insiden yang terjadi sejak Ahad siang (11/9) hingga Senin pagi, Pemkot Ambon tidak berani mengerahkan armada mobil pemadam kebakaran mereka.
Bentrokan antarwarga yang dipicu isu terkait kematian Darwis Saiman ini telah merenggut tiga korban jiwa dan puluhan lainnya menderita luka-luka ringan dan berat akibat terkena peluru nyasar aparat maupun lemparan batu. Selain itu massa juga membakar sebuah mobil boks dan dua mobil pribadi ditambah sejumlah sepeda motor.
Sebanyak 200 personel Brimob dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang dikirim untuk membantu pengamanan pascabentrok antarwarga telah tiba di Ambon, Ahad (11/9) malam.
Sekitar 200 personel pasukan elite polisi itu tiba di Bandara Internasional Pattimura dari Makassar dengan memanfaatkan jasa pesawat Hercules. Mereka selanjutnya diangkut dengan empat truk dan mengikuti apel di markas Polda Maluku di Kelurahan Batu Meja, kecamatan Sirimau.
Personel mendapatkan arahan dari Kapolda Maluku Brigadir Jenderal Syarief Gunawan. Kapolda Maluku menginstruksikan kepada mereka agar bertindak tegas terukur sesuai prosedur tetap. "Jangan lengah karena karakter orang Ambon cenderung keras," tegasnya.
Kapolda Gunawan masih bersama Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dan Wali kota Ambon Richard Louhenapessy di kawasan Tugu Trikora guna memantau kondisi yang semakin terkendali.














