berita2.com (Ambon, Maluku): Seluruh kepala desa dan raja-raja di Maluku sepakat untuk tetap menjaga perdamaian di daerah mereka. Konflik bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang pernah terjadi di sana, beberapa tahun silam, menjadi pengalaman pahit bagi masyarakat Maluku dan masyarakat Indonesia.
Buat mengantisipasi konflik serupa, seluruh kepala desa dan raja-raja yang tergabung dalam Majelis Latupati di Maluku berkumpul di Baileo Siwalima, Kota Ambon, baru-baru ini. Mereka sepakat kembali menjalin persaudaraan yang pernah terkoyak.
Sebagai tokoh pemersatu, mereka mengangkat seorang pemimpin yang dinamakan Ketua Latupati Maluku. Ketua Latupati itu bertugas mengkoordinasi dan memantau seluruh perkembangan yang terjadi di masyarakat. Ia kemudian memberikan informasi kepada pemerintah daerah.
Langkah kepala desa dan raja-raja ini disambut baik oleh seluruh masyarakat Maluku yang mendambakan perdamaian permanen dan tidak ada lagi saling curiga. Dengan demikian, pembangunan di daerah yang berjuluk Seribu Pulau ini bisa cepat berkembang.