berita2.com (Mamuju, Sulawesi Barat): Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sulawesi Barat, Harry Warganegara mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulbar dan BUMD Sulbar telah menandatangani kerja sama dengan investor China PT China Geogchoubou Group Company (CGGC).
Ia mengatakan, di bawah kesepakatan itu PT CGGC bersedia mengucurkan dana sekitar Rp22 triliun untuk pembangunan tiga mega proyek infrastruktur di Sulawesi Barat di mana provinsi ini akan mendapatkan pendapata 10 persen atau sekitar Rp1,2 triliun dari investasi itu.
Menurut dia, Rp22 triliun investasi Chinaitu akan digunakan untuk membangun sejumlah proyek infrastruktur diantaranya pembangunan PLTA Karama di Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju berdaya 300 megawatt.
Kemudian untuk membangun jalan arteri sepanjang 102 kilometer Kecamatan Tapalang - Kota Mamuju, meningkatkan transportasi dalam rangka memperlancar roda perekonomian masyarakat di Sulawesi Barat, dan membangun pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Belang Belang Mamuju.
Ia mengatakan, investasi China itu bertenggang tiga tahun dengan hasil baru dinikmati tiga tahun ke depan.
"Jadi sabar saja dan tunggu, investasi itu akan mendongkrak ekonomi Sulbar untuk maju dan agar berkembang," katanya yakin sambil berharap investasi China itu meningkatkan perekonomian Sulawesi sekaligus Indonesia.
Sulawesi Barat
China Investasi Rp 1,2 Triliun di Sulawesi Barat
Geger, Ibu dan Anak Kandung Tidur Sekamar Lalu Hamil
berita2.com (Polewali Mandar, Sulawesi Barat): Terjadi kegemparan di sebuah dusun di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Seorang ibu dengan delapan anak kini tengah hamil tujuh bulan. Dikabarkan, ayah dari bayi di dalam kandungannya itu adalah anak sulungnya sendiri.
Suaminya yang merantau ke Malaysia sudah lima tahun tak memberi nafkah bagi istri dan delapan anaknya. Diduga, kondisi itu yang menjadi pemicu timbulnya perilaku seks menyimpang dari adat dan agama ini.
Wanita itu bernama Rani (40), awalnya membantah kecurigaan para tetangganya. Namun, perut Rani yang terus bertambah buncit membuatnya tak bisa menyembunyikan aib keluarga. Rani semula beralasan dirinya diperkosa seorang pemuda desa. Karena telah membuat aib terhadap diri dan keluarganya, Rani mengaku membunuh sang lelaki dan menimbunnya di tengah sawah. Namun, alasan Rani tak segera meredakan kecurigaan warga dan para tetangganya.
Takut diseret ke kantor polisi karena alasan membunuh seseorang, ibu delapan anak ini kembali membuat alasan baru. Rani mengaku dirinya telah dihamili seorang pria asal Kabupaten Endrekang, Sulawesi Selatan. Saat itu Rani pun mengaku diperkosa saat bekerja sebagai buruh panen padi di Enrekang.
Warga dan aparat pemerintah desa setempat pun mendesak Rani agar pria yang telah menghamili dirinya bertanggung jawab atas janin dalam kandugannya. Alhasil, beberapa minggu kemudian Rani datang bersama seorang pria yang diklaim sebagai ayah dari anak di dalam kandungannya. Ini ditunjukkan dengan surat nikah dari KUA Enrekang lengkap dengan foto keduanya. Kecurigaan warga pun redah ketika itu.
Setelah sempat mereda lebih dari lima bulan, warga dan para tetangga Rani kembali menaruh curiga. Ini bermula dari pengakuan salah seorang anak korban yang masih berumur empat tahun. Anak korban bercerita kepada sanak tetangga jika ibunya dan Emang, kakak sulungnya, sudah lama tidur sekamar.
Cerita miring ini kembali menjadi gosip para tetangga dan warga sekampungnya. Sejumlah warga pun mendesak aparat dusun dan desa setempat untuk mengklarifikasi kabar tak sedap itu.
Setelah lama diinterogasi aparat desa secara beruntun, Rani akhinrya mengakui jika janin berumur tujuh bulan dalam kandungannya adalah perbuatan Emang, anak sulungnya.
Pengakuan itu tak hanya membuat geger para tetangga. Aparat desa setempat pun seolah disambar petir mendengar penuturan Rani.
Cerita ini dituturkan kepala desa dusun setempat, Sulaeman, Rabu (28/4/2011), yang mengaku sempat panik lantaran membayangkan risiko perbuatan ibu dan anak ini kelak setelah cerita pengakuan ini tersebar luas.
“Saya dan aparat desa lainnya pun bingung mencari solusinya. Ini bukan persoalan anak muda menghamili pacarnya, solusinya sederhana, tapi ini anak menghamili sang ibu,” ujar Sulaeman.
Penuturan mengejutkan juga diakui Emang, anak sulung yang selama ini bekerja sebagai buruh bangunan yang menopang kehidupan keluarganya.
Saat aparat desa sedang bermusyawarah mencari solusi untuk pasangan tak resmi ini, tiba-tiba Rani dan Emang menghilang dari rumah dan kampung halamannya. Rani menghilang Jumat petang lalu, sedangkan Emang meninggalkan rumah dan adik-adiknya sejak Sabtu pagi.
Tujuh anak Rani yang rata-rata masih kecil kini tinggal terpencar di sejumlah sanak keluarganya yang bersedia menampungnya.
Kepala desa menduga Rani dan Emang panik dan cemas lantaran takut jadi sasaran amuk warga dan sanak tetangga yang merasa ulah keduanya telah mencemari kampung halaman mereka.
Meski demikian, pengakuan Rani ini belum tentu benar. Sekalipun putra sulungnya telah mengaku, bukan tidak mungkin penyangkalan itu dilakukan Rani sama seperti dua kasus sebelumnya.
kompas.com
Sosialisasi Bahaya Narkoba di Lima Kabupaten
berita2.com (Majene, Sulawesi Barat): Badan Narkotika Nasional (BNN) Polda Sulselbar lakukan sosialisai di lima Kabupaten Propinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Sosialisasi dipimpin langsung Ketua Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulselbar didampingi Kompol H Taju Kanit III Narkoba Polda Sulselbar dan BNN Sulbar, sementara diundang menghadiri acara sosialisai dari berbagai kalangan khususnya pelajar dan mahasiswa.
Pelaksanaan sosialisasi disalah satu Kabupaten Sulbar yakni di Kabupaten Mamasa dihadiri Kapolres AKBP Agus Risendi dan Wakil Bupati H Ramlan Badawi memuji kegiatan sosialisasi yangs angat bermanfaat bagi masyarakat Mamasa karena narkotika dan obat terlarang sangat berbahaya bagi para penggunanya khususnya bagi para kalangan pemuda.
"Inilah salah satu fenomena yang menjadi tugas kita bersama untuk menyelamatkan generasi muda kita dengan secara dini mencegah terjadinya peredaran narkoba," kata H Ramlan.
Menurutnya, perlu adanya pembentukan watak dan karakter generasi muda kita dan mengharapkan kepara tenaga pendidik agar sedini mungkin menanamkan pengetahuan tentang bahaya narkoba terhadap anak didik yang merupakan generasi pelanjut bangsa.
"Memasuki tahun 2011 ini, Kabupaten Mamasa ditetapkan oleh Pemprop Sulbar sebagai destinasi pariwisata unggulan Sulbar, olehnya itu perlu mengembangkan keanekaragaman budaya dan perlu adanya filter untuk mengantisipasi pengaruh budaya luar," ujar Ramlan.
Sementara itu, Ketua Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulselbar, Jeane Ticoalu dalam sambutannya didepan para peserta sosialisasi menuturkan, kasus narkoba ini unik beda dengan kasus lainnya, dan diharapkan keseluruh masyarakat agar jangan ragu melaporkan kepihak berwajib jika menemukan penyalahgunaan narkotika.
"Bahaya narkoba ini bukan hanya tanggung jawab polisi dan pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.
Investor China akan Bangun Jembatan Pulau Karampuang
berita2.com (Mamuju, Sulawesi Barat): Investor dari China bersedia membangun jembatan menuju Pulau Karampuang di perairan Sulawesi sekitar 1.500 meter di depan Kota Mamuju, Sulawesi Barat.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Barat (Sulbar) Harry Warga Negara, di Mamuju, Minggu 27 Februari 2011 mengatakan, investor dari China mengaku siap membangun jembatan menuju Pulau Karampuang sebagai bentuk investasi negara tirai bambu itu di sektor pariwisata di Sulbar.
Ia mengatakan China merupakan salah satu negara di dunia yang menjadikan Provinsi Sulbar sebagai wilayah untuk melakukan investasi, karena daerah ini kaya akan sumber daya alam, serta memiliki panorama yang indah.
"Negara China ingin memaksimalkan salah satu objek wisata di Sulbar yakni di Pulau Karampuang agar menjadi objek wisata yang mampu menyerap pendapatan," katanya.
Menurut dia, Pulau Karampuang merupakan salah satu aset wisata di Provinsi Sulbar karena pulau yang berpenduduk sekitar 2000 jiwa yang berstatus sebagai sebuah desa, memiliki panorama yang indah dan menarik untuk dikunjungi.
Sebab, kata dia, panorama wisata di Pulau Karampuang masih alami, karena di pulau wisata lingkungannya masih asri dan tumbuh berderet pohon kelapa, serta tumbuhan yang menarik pemandangan.
Selain itu, menurut dia Pantai Pulau Karampuang memiliki pasir putih dan panorama keindahan isi laut yang alami dengan terumbu karang yang belum rusak, serta memiliki ombak yang indah pula.
Ia mengatakan apabila investor dari China itu berhasil membangun objek wisata di Pulau Karampuang, maka pulau tersebut akan menjadi sasaran kunjungan wisatawan, baik lokal, nasional maupun wisatawan mancanegara, sekaligus bersaing dengan objek wisata sejenis lainnya yang ada di Indonesia.
micom
Ribuan Warga Hadiri Pemakaman Korban Bentrok
berita2.com (Mamuju, Sulawesi Barat): Ribuan warga menghadiri pemakaman Sofyan, 27, korban bentrokan antara polisi dan mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Almarhum Sofyan, dosen ilmu komunikasi yang juga Wakil Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (Fisip) Unasman diduga terkena peluru aparat polisi saat terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi di kampus Unasman, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, pada 13 Januari.
Pemakaman berlangsung di permakaman umum Madatte, Kecamatan Polewali, sekitar pukul 12.30 WITA. Mereka yang hadir terdiri atas keluarga dan sahabat korban, sivitas akademika kampus Unasman, dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar.
Sofyan meninggal dunia sekitar pukul 11.40 WITA, Senin (14/2/2011). Dia sempat dirawat di RSUD Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Bentrokan di kampus itu terjadi akibat perebutan kampus antara Yayasan Al-Asyariah (Unasman) yang dipimpin keluarga Prof Dr Sahabuddin dan Yayasan Darut Tauhid Walirsyad (DDI) yang dipimpin Prof Dr Muiz Kabry.
Sebelum pemakaman, pihak keluarga dan sivitas akademika sempat membawa jenazah Sofyan ke kantor Polres Polewali Mandar. Di kantor Polres, keluarga korban mengecam pihak kepolisian yang dianggap sebagai penyebab meninggalnya Sofyan. Keluarga Sofyan, terutama istrinya yang sedang hamil muda dan memiliki dua orang anak, tidak kuasa menahan tangis melepas kepergiannya. Keluarga korban meminta pelaku penembakan diadili.
miol















