berita2.com (Parepare, Sulawesi Selatan): Maraknya praktek kerja jasa percaloan listrik yang sering berkeliaran di kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) kini menjadi momok yang menakutkan.
Bukan menjadi rahasia lagi, jika hampir di seluruh kantor PLN pada kawasan Indonesia, aktifitas mereka sering mengganggu para masyarakat yang notabenenya sudah membedakan mana petugas PLN mana calo. Akibatnya, PLN pun ikut dirugikan.
Di kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan, indikasi aktifitas para calo listrik juga diakui Asisten Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Zainuddin, SH. Karena itu, jauh-jauh hari pihaknya mewanti-wanti para pelanggang untuk tidak menggunakan jasa para calo. “Indikasinya memang ada, karena itu kita menghimbau pelanggang jangan melalui calo listrik, “jelas Zainduddin dikantornya Jumat (20/2012).
Sementara untuk membantu dan mengindari calo politik pihak PLN telah memiliki tips dengan meluncurkan program MMC. ”Sekarang kita ada program Murah Mudah dan Cepat (MMC).Murah itu, tidak berbelit-belit. Pelanggang datang langsug dilayani dan diproses. “ungkapnya.
Selain itu, pogram pemasangan baru untuk tahun 2012 pihak PLN Parepare tetap melayani sesuai instruksi pusat. “Tidak ada alasan untuk menolak instruksi pusat. Dari semua permohonan pemasangan baru harus kita layani. Malah kami sudah memberikan informasi MMC melalui spanduk, brosur dan media. “ katanya.
Menurutnya, untuk menghindari calo listrik para pelanggang sebaiknya menghubungi langsung loket pelayanan di PLN. ”Jika perlu pelanggang langsung ke managernya kalau masih ragu. Harapan kami tidak ada lagi masyarakat konsumen listrik yang lewat calo,“ sarannya.
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya telah membentuk tim investigasi terkait maraknya para calo yang mengatasnamakan petugas PLN. “Kami saat ini membentuk tim yang bertugas mencari tau dan melakukan investigasi untuk mencari informasi calo tersebut, “tuturnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga telah menginstruksikan semua ranting PLN untuk melayani konsumen listrik dengan baik. “Jika ada pelanggang yang hendak berurusan masalah listrik, yang harus menghendel adalah petugas PLN resmi. Jika dia mengadu masalah pelayanan maka ada bagian pelayanan teknis. Ini kami maksud agar informasi tidak tumpang tindi,” katanya.(iwank)















