berita2.com (Palu, Sulawesi Tengah): Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Dewa Parsana akan mengevaluasi izin kepemilikan senjata api. Itu dilakukan akibat insiden penembakan polisi.
"Jangan sampai insiden itu lagi. Itu membuat takut masyarakat," kata Dewa di Palu, Rabu (27/4).
Ia mengatakan, calon pengguna senjata api akan menjalani tes psikologi yang ketat. Nantinya, kesiapan mereka menggunakan senjata terdeteksi.
Sebelumnya, Sabtu lalu, seorang polisi menembak warga hingga tewas. Pelaku beralasan membela diri. Saat itu, korban akan memanahnya.
Dua har berikutnya, anak seorang polisi memainkan pistol bersama temannya. Ia menarik pelatuk pistol dan membunuh temannya secara tak sengaja.















