berita-beritadotcom (Surabaya, Jawa Timur): Akhir pekan lalu, PT XL Axiata Tbk (XL) telah melakukan uji jaringan di Sungai Babura, Medan. Uji coba itu dilakukan terkait dengan dengan peringatan Hari Air Sedunia.
“Ini menjadi uji jaringan di sungai yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Kami melakukan uji kemampuan Hot Rod 3G+", kata General Manager Network Northern Sumatera XL Frenky Tobing, Rabu (21/3/2012).
Jika wisata air di sungai-sungai di kota Medan benar-benar terwujud, lanjut dia, kami sudah selangkah lebih maju. "Sudah bisa dan siap berkomunikasi, berinternet ria, bersosial media di atas kapal atau perahu", sambungnya.
Uji coba itu dilakukan dengan cara melakukan panggilan Video Call dari Sungai Babura (antara Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Kejaksaan) ke kantor XL di Jl Diponegoro, Medan.
Ujicoba kedua dilakukan dengan melakukan browsing di sepanjang Sungai Babura, yang disaksikan langsung di kantor XL oleh wartawan dari berbagai media massa.
Frenky menambahkan, dari pengujian tersebut kecepatan browsing dan internetan di sepanjang sungai Babura paling rendah 430 Kbps, bahkan bisa mencapai 501 Kbps.
"Dengan kecepatan seperti itu, dipastikan pelanggan dapat mengakses internet sangat cepat. Uji jaringan ini sekaligus menunjukkan bahwa jaringan XL adalah yang terbaik, baik di darat juga di sungai," pungkasnya.
Saat ini, jaringan XL didukung oleh 783 BTS di kota Medan. Sebanyak 297 BTS di antaranya adalah BTS 3G. Jaringan HotRod 3G+ bisa diakses di berbagai penjuru kota. Jaringan tersebut melayani sekitar 1 juta pelanggan di ibu kota Sumatera Utara. (Iskandar)
Sulawesi Utara
XL uji jaringan di sungai Babura
Wanita PNS tanpa busana tewas di dalam mobil
berita2.com (Manado, Sulawesi Utara): Seorang wanita Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditemukan tewas tanpa busana di dalam mobil Avanza. Di sampingnya ada seorang pria yang juga tanpa busana, kemudian diketahui sebagai Satpol PP.
Wanita itu bernama Linda Mellisa Pandoh (25). Mobil yang ditumpanginya sedang parkir di Pantai Malalayang, Manado. Korban pertama kali ditemukan oleh polisi yang sedang berpatroli rutin di pinggir pantai.
Awalnya polisi curiga dengan mobil itu dan langsung memeriksa. Ternyata di dalam mobil Avanza bernopol DB 4026 QJ terdapat sepasang kekasih yang sudah tak berpakaian dan terlihat sang wanita bersimbah darah.
Namun di tubuh pria itu tidak mengalami luka-luka. Selanjutnya polisi langsung menangkap teman pria korban yang diketahui bernama Wensi yang berprofesi sebagai Satpol PP di Kabupaten Minahasa.
Kapolsek Malalayang Kompol Adriansyah mengatakan korban tercatat sebagai PNS dan tewas dengan enam tusukan senjata tajam di dada, perut dan paha serta satu luka gorok di bagian leher.
*Sekamar dengan pria lain, wanita PNS digerebek oleh suaminya
*Beredar foto bugil wanita PNS
*Ketahuan nikah siri, PNS gantung diri
Ribuan Pengungsi Letusan Gunung Lokon, Dipindahkan ke Berbagai Tempat
berita2.com (Tomohon, Sulawesi Utara): Ribuan pengungsi akibat letusan Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara yang berada pada sejumlah sekolah di kota itu dipindahkan ke berbagai tempat seperti Balai Pertemuan Kelurahan dan aula gereja. Pemindahan ribuan pengungsi yang tersebar pada lima sekolah itu dengan menggunakan sejumlah kendaraan antara lain bus sekolah dan truk, Minggu 17 Juli 2011.
Pengungsi yang direlokasi itu berada di tempat pengungsian Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen 1 Tomohon, SMA Kristen Binsus Tomohon, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen 2 Tomohon, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Tomohon, Sekolah Dasar (SD) GMIM 7 Tomohon.
Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Arnold Poli mengatakan, telah melakukan pemindahan terhadap para pengungsi yang berada di sekolah-sekolah.
"Ribuan pengungsi tersebut akan disebarkan pada 23 titik antara lain di aula gereja, gedung milik pemerintah, gedung milik perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Manado di Tomohon, dan balai-balai kelurahan," kata Poli, juga Komandan Komando Tanggap Darurat Gunung Lokon.
Sementara itu sejumlah pengungsi mengatakan, rela dipindahkan ke berbagai tempat karena sekolah yang dipakai untuk tempat pengungsian tersebut akan dimanfaatkan pendidikan anak-anak.
Meiske Nangka salah seorang pengungsi asal Kelurahan Kakaskasen mengatakan saat ini bersama keluarga telah dipindahkan ke gedung Kelurahan Ulindano.
"Menerima untuk dipindahkan sebab sekolah ini akan dipakai belajar anak-anak," kata Meiske.
Meiske menambahkan, lokasi yang baru tidak masalah, sebab tempatnya cukup baik sama dengan saat berada di SMA Kristen 1, berbagai kebutuhan seperti air bersih mudah diperoleh.
Frans M, 46 tahun, seorang pengungsi lainnya mengatakan, tidak merasa keberatan dipindahkan ke tempat lain yakni di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT).
"Dilokasi tempat pengungsian baru tersebut tempatnya bagus, sehingga sangat membantu warga pengungsi," kata Frans pengungsi asal Kelurahan Kakaskasen. Frans mengungsi dengan keluarganya bersama dengan isteri dan empat orang anaknya.
Sejak Sabtu (9/7) aktivitas Gunung Lokon meningkat sehingga terdapat sekitar 5.205 warga di Kelurahan Kinilow, Kelurahan Kinilow 1 dan Kakaskasen 1 harus diungsikan ke sejumlah tempat.
Pengungsi itu tersebar antara lain di SMA Kristen 1 Tomohon, SMA Kristen Binsus Tomohon, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen 2 Tomohon, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Tomohon, Sekolah Dasar (SD) GMIM 7 Tomohon, Taman Kota, Rumah Dinas Sinode GMIM dan Masjid
Kakek Rekam Adegan Intim Cucunya
berita2.com (Bitung, Sulawesi Utara): Seorang kakek memaksa cucunya sendiri untuk melakukan adegan intim. Lalu bocah berusia 6 tahun itu direkam dengan kamera ponsel
Kelakuan sang kakek berinisial AR (52) itu diketahui oleh ibu korban, Verawaty, warga Pateten Satu, Kelurahan Pateten, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, tidak terima dengan perlakuan sang kekek. Vera melaporkan kejadian ini ke polisi. Pelaku, AR, langsung dijemput aparat Polsek Bitung Tengah.
Vera yang juga menantu pelaku, berusaha menyerang AR di ruang pemeriksaan Mapolsek. Namun dicegah oleh polisi dan langsung mengamankan pelaku.
Saat diperiksa polisi, AR mengakui semua perbuatannya. Dia nekat melakukan perbuatan bejat setelah menonton video syur di ponselnya.
Akibat perbuatannya, AR kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Bitung Tengah. Dia dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara.
Gempa Besar Goyang Manado
berita2.com (Manado, Sulawesi Utara): Gempa berkekuatan cukup besar menggoyang Manado, Sulawesi Utara. Gempa bumi itu berkekuatan 6,9 skala Richter yang terjadi sekitar pukul 22.31 Wita, Senin (13/6/2011).
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebutkan gempa yang berpusat di 2,37 Lintang Utara-126,51 Bujur Timur atau sekitar 178 kilometer tenggara Tahuna, Kabupaten Sangihe, itu berada di kedalaman sekitar 10 kilometer.
Getaran gempa ini terasa sangat kuat di Kota Manado, Minahasa Utara, Bitung, dan Minahasa. Beberapa warga Manado mengaku kaget karena gempa terjadi cukup lama dan membuat warga khawatir terhadap dampaknya.
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 3
- «
- Mulai
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- Berikutnya
- Akhir
- »















