berita-beritadotcom (Parepare, Sulawesi Selatan): Ayam gagak, ayam dikabarkan berasal dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, ternyata rentang terserang flu burung, Pasalnya setiap mengikuti konteks di luar daerah, bergabung bersama ayam-ayam lainnya di arena kontes.
Hal ini dikatakan Kepala dinas Dinas Pertanian, Kelautan, Peternakan dan Kehutanan (PKPK) Kota Parepare,Hj Damila Husain,didampingi Kepala UPTD rumah potong hewan (RPH) dan petugas PDSR, Sohra Spt." ayam gagak tentang kena flu brung, karena sering dibawah keluar daerah" kata Sohara Saat ditemu di ruang kerjanya rabu 28 maret kamarin.
Kata Hj Damila, Dinas PKPK selain menemukan 30 ayam kampung, yang mati terkena flu burung, Pihaknya juga menemukan atau mendapatkan laporan dari pecinta ayam Gaga di Parepare, bahwa ayam gagak mereka, tiba-tiba saja mengalami lemas, dan kepala terus bergoyang. " Jikalau kejadian seupa terjadi pada ayam, sudah sangat jelas , virus H5N1 sudah masuk kedalam tubuh ayam tersebut" akunya.
Terkait mewabahnya firus virus H5N1, di Parepare, Dinas PKPK, bersiaga, Pihaknya akan terjun ke TKP jikalau laporan dari warga. " Kita di Kantor membagi tugas, adanya kita menunggu laporan, dan ada sebagian yang turun ke lapangan, untuk memantau perekmbangan ayam" terangnya.
Sementara, Petugas petugas PDSR, Sohra Spt, menambahkan, tahun 2012 ini, pihaknya tidak hanya menemukan puluhan ayam kampung terkena Flu burung tapi juga PKPK, telah menemukan sekira 50 ayam gagak yang tiba-tiba saja mati," berbeda dengan tahun lalu tidak ada ayam gagak yang terkena firus flu burung di parepare, cuman kebanyakan ayam Buras ( kampung) yang kena flu burung, " akunya.
Kalau ayam komersial(dijual),Dinas PKPK aktif untuk mengontrol, mulai dari surat, pengeluaran ternak dengan surat kesehatan burung yang disertai dengan DO,"Kita siapkan alat, pencuci hama untuk kandang, untuk peternka" jelasnya. Dia menghimbau yang punya ayam baik ayam gagak atau ayam kampung, sebainya di faksin selama 14 hari, dan masa inkubasi faksinasi, kita bagi gratis" kita harap peternak, ingin mendapatkan faksinasi ayamnya segera, datangi Kelurahan masing-masing. " Imbuhnya.(Sam)
Kalimantan Selatan
Ayam gagak, berpotensi membawa llu burung
Pelindo III cabang Banjarmasin terapkan TI secara terpadu
berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin mulai menerapkan TI (Teknologi Informasi) secara terpadu. Hal itu, untuk kemudahan dalam pelayanan ke pengguna jasa.
"Seperti kegiatan teleconference yang rutin dilakukan dengan Kantor Pusat Pelindo III, salah satunya pada saat kegiatan rapat kerja perusahaan tahun 2012, semua pegawai dapat ikut menyimak langsung acara rapat itu," kata Humas Pelindo III Edy Priyanto, Senin (6/2/2012).
Tidak hanya media teleconference, lanjutnya, Pelindo III Cabang Banjarmasin juga mulai menerapkan Teknologi Informasi lain.
"Seperti EPB atau estimasi perkiraan biaya adalah salah satu teknologi informasi yang diterapkan guna mendukung pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa, dengan teknologi informasi EPB ini, pengguna jasa dapat melihat estimasi biaya yang dikeluarkan dalam menggunakan jasa
Pelindo III Cabang Banjarmasin," terang Edy.
Sementara itu, guna memantau keamanan dan kegiatan yang ada di lingkungan pelabuhan Banjarmasin, terdapat 18 titik CCTV yang beroperasi di TPKB, CDC/CCC, dan titik strategis lainnya, terlebih lagi Pelindo III Cabang Banjarmasin berencana menerapkan ISPS Code yang merupakan standart keamanan dalam menyelenggarakan usaha kepelabuhanan.
ARCHIS juga termasuk teknologi informasi yang sudah diterapkan di Pelindo III Cabang Banjarmasin, teknologi informasi ARCHIS ini digunakan untuk menyimpan database arsip , apabila terdapat arsip perjanjian yang akan berakhir jangka waktunya, maka ARCHIS akan memberikan informasi berupa notification yang langsung masuk ke email penanggung jawab arsip perjanjian.
Dengan bantuan teknologi informasi berupa ARCHIS ini, pekerjaan pengarsipan perjanjian akan lebih mudah dan dapat mengetahui apabila jangka waktu perjanjian akan berakhir.
Pelindo III Cabang Banjarmasin juga mencoba menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dengan cara menginformasikan secara nyata informasi kepelabuhanan.
"Dengan adanya penerapan teknologi informasi terpadu ini, diharapkan semua kegiatan Pelindo III Cabang Banjarmasin menjadi ringan, karyawan secara tidak langsung dapat terbantu dengan adanya penerapan teknologi informasi terpadu ini," pungkasnya. (Iskandar)
Warga Kalimantan tertembak pria bersenjata, diduga anggota Brimob
berita2 com. (Seruyan, Kalteng): Sedih yang dirasakan salah satu warga berinisial (M) 30 desa rantu pulut kecamatan kuala pembuang kabupaten seruyan . Pasalnya suaminya bernama (L) 44 mengalami luka tempak pada pantat Jumat (20/1/2012) hutan dekat desanya saat ambil kayu.
Dimana menerut keterangan warga setempat korban dikejar enam orang pelaku dengan membawa senjata , dengan tujuan mengambil kayu. Dan salah satu dari keenam pelaku itu mengejar korban dan menembaknya di bagian pantat korban.
Tak cuma hanya itu minggu kemarin juga istri korban M membeberkan kepada wartawan bahwa suaminya ditembak anggota Brimob. Informasi yang didapat berita2.com dari Rumah Sakit Murjani sampit bahwa suaminya akan dirujuk ke Banjarmasin karena mengalami luka serius.
Sampai saat ini pihak Polda kalteng membantah bahwa pelaku bukan anggota Brimob. Pihak Polsek Kuala Pembuang dan Polres Seruyan belum juga bisa konfirmasi terkait hal tersebut.
Sudah Ditemukan 27 Korban Tewas KM Martasiah
berita2.com (Kotabaru, Kalimantan Selatan): Setelah pencarian selama dua hari, Tim Search And Rescue (SAR) Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga Selasa petang berhasil menemukan 27 korban tewas akibat tenggelamnya KM Martasiah di Tanjung Dewa, Kotabaru, Kalsel Senin (6/6/2011).
Koordinator Tim Search And Rescue (SAR) Rusliansyah, mengatakan, hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan sebanyak 27 orang, 13 korban ditemukan Senin dan 10 korban. Sedangkan untuk korban yang selamat sebanyak 73 orang.
Rusliansyah belum dapat memastikan jumlah penumpang KM Martasiah yang pasti, karena tidak ada manives/daftar penumpang. "Jika penumpang Martasiah nerjumlah 105 orang, maka masih ada lima korban belum ditemukan," katanya menjelaskan.
Jika jumlah penumpang hanya 100 orang, maka semua korban Martasiah sudah ditemukan, korban selamat 73 orang dan meninggal dunia 27 orang. Korban meninggal dunia, lanjut Rusliansyah, semuanya disebapkan akibat mati lemas.
Pihaknya telah mengerahkan sebanyak delapan penyelam untuk melakukan pencarian korban didasar laut. Koordinator SAR Kotabaru belum memastikan kapan pencarian korban akan dihentikan.
Dia juga masih akan melakukan pencarian korban di sekitar lokasi kejadian di perairan Tanjung Dewa. Sementara itu, KM Martasiah merupakan jenis kapal kayu ang mengangkut penumpang dan barang.
Kapal Martasiah membuka pelayaran Kotabaru-Geronggang, Kelumpang Tengah, untuk menempuh perjalanan ke Geronggang memerlukan waktu tempuh sekitar 2-3 jam. Rencananya, KM Martasiah Senin (6/6) sekitar pukul 10.00 Wita bertolak dari pelabuhan Panjang Kotabaru menuju pelabuhan Geronggang.
Baru sekitar 1,5-2 jam berlayar, atau tepatnya di perairan Tanjung Dewa lambung kapal sebelah kanan dihantam ombak dan angin kencang yang membuat kapal oleng dan tenggelam.
Pekan Rawa Nasional I di Banjarbaru
berita2.com (Banjarmasin, Kalimantan Selatan): Provinsi Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu daerah yang memiliki lahan rawa cukup luas, telah ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Rawa Nasional I yang direncanakan, Juli 2011, di Banjarbaru.
"Kita telah mendapat kehormatan dari Kementerian Pertanian untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Rawa Nasional yang pertama kali tahun 2011 ini," kata Gubernur Kalsel, H.Rudy Ariffin, kemarin.
Menurut Rudy, pada Pekan Rawa Nasional I tersebut akan dihadiri para pakar rawa di Indonesia untuk membahas tentang pemanfaatan lahan rawa untuk mendukung upaya peningkatan produksi padi nasional.
Selain itu, kata Rudy, dalam Pekan Rawa Nasional itu akan diikuti pameran tentang varietas padi unggul nasional yang telah diluncurkan Kementerian Pertanian, terutama untuk pengembangan padi di lahan rawa.
"Kita berharap dalam pameran itu ada varietas padi baru yang cocok ditanam dan tahan terhadap genangan air dan tahan terhadap hama penyakit dan produktivitasnya tinggi untuk lahan lebak yang dimiliki Kalsel," ujarnya.
Potensi lebak di Kalsel mencapai 90 ribu hektar yang potensial apabila dimanfaatkan maksimal mampu meningkatkan produksi gabah di Kalsel, mengingat produktivitasnya cukup tinggi dibandingkan dengan padi tadah hujan dan rawa pasang surut.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Ir.H.Yohanes Sriyono, menjelaskan, pada Pekan Rawa Nasional I itu, juga hadir pakar dari luar negeri yang terkait dengan rawa.
Sriyono menjelaskan, rencana Pekan Rawa Nasional tersebut sekitar 12-15 Juli 2011 dan kemungkinan kegiatannya dipadukan dengan Kalsel Expo 2011 yakni pameran sejumlah produk unggulan daerah.
Dalam Pekan Rawa Nasional yang diawali di Kalsel itu, kata Sriyono, panitia pelaksana nasional akan mengundang Presiden, karena nantinya akan diikuti dialog nasional terkait pemanfaatan rawa di Indonesia.
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 3
- «
- Mulai
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- Berikutnya
- Akhir
- »















