berita2.com (Samarinda, Kalimantan Timur): Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur hingga Februari 2011 telah menggelar uji coba sebanyak empat kali menjelang pelaksanaan Ujian Nasional yakni tiga kali tingkat sekolah, dan lainnya tingkat kota.
"Untuk UN tingkat SD akan digelar Mei, tingkat SMP/MTs April, kemudian tingkat SLTA dan sederajat juga April. Sebelum pelaksanaan UN, kami telah menggelar 4 kali uji coba untuk persiapan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda Harimurti di Samarinda, Senin (28/2).
Dia melanjutkan, kegiatan try out ini digelar tidak hanya terkait dengan Disdik Samarinda selaku penyelenggaran UN tingkat kota, namun juga untuk memacu satuan pendidikan (sekolah) guna meningkatkan frekuensi pembelajaran. Bentuk peningkatan frekuensi adalah dengan menambah jam pembelajaran dan menguji siswa peserta UN mulai dari jenjang SD hingga SLTA maupun yang sederajat.
Menurutnya, uji coba yang dilakukan itu sebagai upaya untuk melatih anak didik agar tidak terjadi kesalahan teknis saat UN karena akan berpengaruh pada perolehan nilai. Try out juga bertujuan melatih mental siswa agar tidak tegang saat UN. Nilai siswa yang jatuh saat UN, lanjutnya, belum tentu karena siswa tidak tahu jawabannya, tapi bisa juga karena kesalahan teknis siswa karena tidak tahu caranya, atau bisa juga karena mental siswa yang sudah lebih dulu gugup sebelum UN.
"Makanya kami melakukan uji coba UN agar siswa sudah lebih dulu paham teknik mengisi atau menjawab soal UN, kami juga mengajak guru bagimana caranya agar siswa siap secara mental dalam UN nanti," katanya.
Selain menggelar try out dan menambah jam belajar, dia juga meminta kepada orang tua siswa yang anaknya akan mengikuti UN agar turut berperan aktif membantu agar anak tidak tegang. Dikatakan, tanggung jawab pendidikan anak atau siswa bukan hanya terletak pada pemerintah dan guru di sekolah (pendidikan formal), namun juga pada masyarakat terutama para orang tua siswa (pendidikan informal).
Walaupun gurunya hebat dan menguasai berbagai teknik mengajar, namun jika orang tuanya tidak memperhatikan perkembangan anak, atau tidak mengarahkan bagaimana seharusnya sikap anak dalam menghadapi UN, maka siswa akan sulit berhasil. Seperti diketahui, jumlah siswa yang akan mengikuti UN 2011 sebanyak 32.120 peserta, terdiri dari 12.112 siswa tingkat SD/MI, 10.999 siswa SMP/MTs, 4.116 siswa SMA/MA, dan sebanyak 4.893 siswa SMK.