berita2.com (Pontianak, Kalimantan Barat): Ternyata pesan pendek atau SMS tentang penculikan anak yang beredar sejak satu minggu terakhir ini di Kalimantan Barat telah menewaskan tiga orang dan satu orang lainnya luka berat dan dalam keadaan kritis karena diamuk massa. Sementara 21 orang warga yang diduga sebagai pelaku penganiayaan diamankan aparat kepolisian.
Akibat SMS yang berisikan tentang penculikan, warga masyarakat menjadi resah dan menjadi curiga terhadap orang lain yang datang ke satu daerah atau desa. Buntutnya terjadi amuk massa.
Hal itu dikatakan Kapolda Kalbar Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan kepada wartawan Selasa pagi 8 Maret 2011.
Salah satu akibat SMS ini, terjadi amuk massa di desa Lombok Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Empat orang sales dicurigai warga sebagai pelaku penculikan anak. Melihat kecurigaan itu masyarakat menangkap dan menganiaya serta membunuh dengan cara memenggal kepalanya.
Selanjutnya masyarakat memecahkan kepalanya dan memasukkan korban ke dalam mobil lalu membakar mobil bersama dengan korban. Dari empat orang sales yang dianiaya tiga orang meninggal dunia , satu orang berhasil melarikan diri dan kondisi kritis.
Kejadian serupa terjadi di Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Penjual buku dicurigai masyarakat setempat sebagai penculik anak. Akibatnya masyarakat melakukan penganiayaan terhadap seorang penjual buku hingga tewas dan satu orang lainnya dalam kondisi kritis karena disiram dengan cuka getah.
Padahal, lanjut mantan Kapolres Jakarta Pusat itu, sebenarnya SMS itu bohong dan tidak benar. Sebab SMS itu hanya ingin agar wilayah Kalbar menjadi tidak kondusif dan tidak aman. SMS dengan menyebarkan isu yang sama terjadi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, demikian disiarkan suarapembaruan.
Untuk mengantisipasi kondisi di lapangan, pihaknya sudah mengirimkan satuan Brimob dan Dalas ke lokasi kejadian. Selanjutnya, pihaknya juga sudah menangkap 31 orang warga masyarakat yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.
Selain itu, pihaknya juga mengamankan 21 parang, 1 senjata api rakitan dan 1 tombak. Saat ini tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Sanggau.
Pihaknya akan menindak dengan tegas setiap pelaku pengirim SMS yang menyesatkan. Sebab hal ini hanya ingin memperkeruh situasi dna kondisi di Kalbar.