berita2.com (Pontianak, Kalimantan Barat): Warga Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (15/2), masih harus mengantre berjam-jam untuk membeli premium di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pasokan BBM ke wilayah ini tersendat menyusul tenggelamnya kapal motor KM Rahmatia Sentosa di alur Sungai Kapuas.
Mizan (40), salah seorang warga Kecamatan Pontianak Barat, mengatakan, ia antre 1,5 jam di SPBU Jalan Komodor Yos Sudarso untuk mendapatkan sepuluh liter premium. "Saya terpaksa ikut antre di SPBU untuk membeli premium, karena bahan bakar mobil saya hampir habis," ujarnya.
Hal senada diakui Zunaidi (38), salah seorang pembeli premium di SPBU Jalan Tanjungpura. "Hampir satu jam saya baru mendapatkan tiga liter untuk mengisi BBM kendaraan roda dua saya," ujarnya. Ia berharap, krisis BBM, terutama premium, segera selesai sehingga tidak membuat warga Kota Pontianak dan Kalbar resah.
KM Rahmatia Sentosa dari bahan kayu berusaha masuk alur Sungai Kapuas atau tepatnya di muara Jungkat. Namun, pada saat bersamaan KM Waweh kapal kargo dari bahan besi berangkat dari Pelabuhan Dwikora juga menggunakan alur itu, sehingga terjadilah tabrakan. KM Rahmatia tenggelan, Kamis (10/2) lalu.