berita2.com (Pangkalpinang, Bangka Belitung):– Kerja keras pihak kepolisian mengungkap tindak kriminal di sejumlah daerah yang ada di Bangka yang beberapa bulan terakhir merajalela membuahkan hasil. Tim gabungan dari Polda dan Polres-polres setempat kamis (22/12) kemarin akhirnya berhasil membekuk komplotan maling dan rampok.
Polisi menangkap tiga pria yang diduga jaringan dan komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan. Ketiga pria tersebut adalah Gian (21) warga Desa Kace, Kabupaten Bangka, Romi (31) warga Air Medang, Penagan dan Helmi (18) warga Desa Kedimpel, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.
Ketiga tersangka ditangkap ditempat terpisah, polisi menduga ketiganya mempunyai keterkaitan dengan tersangka yang sebelumnya sudah diamankan oleh petugas Selasa (20/12/2011) lalu yakni Yurizal alias Ijal (35) tersangka curas yang kedepatan oleh petugas membawa senpi. Dari mulut ketiganya mengaku mengenal dengan Yurizal alias Ijal.
Penangkapan ketiga tersangka tersebut berawal dari pengembangan kasus tersangka ijal, pria yang ditangkap di rumah kontrakannnya di Konghin, jalan Sungai selan ini mengaku pernah melakukan aksi tindak kriminal di sejumlah tempat di Bangka. Dalam menjalankan aksinya Ijal juga di bantu oleh ketiga rekannya Yakni Romi, Gian dan Helmi.
Dari pengakuan Ijal, polisi pertama kali berhasil melacak identitas dan keberadaan Romi. Romi ditangkap di kosannya di desa konghin kecamatan pangkalan baru kabupaten bangka tengah sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam penangkapan romi, polisi sempat bergulat dengan pelaku hingga akhirnya berhasil dikepung, polisi lantas mengamankan barang bukti satu buah gunting baja yang diduga digunakan untuk alat operasional dalam melancarkan aksinya.
Petugas lalu mendapatkan nama lain dari pengakuan romi, petugas pun langsung melacak keberadaan Helmi dan Gian. Keduanya ditangkap dikediaman masing-masing, dari hasil pengembangan terungkap bahwa sejumlah aksi pencurian yang pernah dilakukan ketiganya. Gian dan Helmi melakukan perampasan uang dan emas milik korban bernama Long Bun pada tanggal 21 oktober 2011 silam yang membuat korban mengalami kerugian hingga puluhan juta. Serta sejumlah aksi pencurian yang pernah terjadi di kota pangkalpinang.
Gian dan Helmi juga ercatat menghuni sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Kabupaten Bangka Tengah. Sedangka tersangka Romi sering beraksi bersama Ijal dalam sejumlah kasus pembobolan toko di kota pangkalpinang.
Tim opsnal buser dan intel Polres Pangkalpinang dan Polda Provinsi Bangka Belitung, Kamis (22/12/2011) sekitar Pkl 03.00 Wib terpaksa melepaskan tembakan ke arah ban dan kaca mobil tersangka curat yang menjadi TO kepolisian.
Menurut keterangan yang dihimpun harian ini, tim menemukan pelaku utama sedang minum-minum di depan Bank Pikko Pangkalpinang. Sesampai di TKP tim melihat To di dalam mobil avansa silver.
Saat didekati pelaku memberontak dan mobil dalam keadaan hidup. Tersangka menjalankan mobil mengarah ke anggota dengan tujuan untuk menabrak. Maka tim berusaha menghentikan mobil tersebut dengan mengeluarkan tembakan ke atas dan ke arah ban mobil serta kaca kendaraan.
Tersangka masih berusaha lari ke arah jalan selan. Anggota kehilangan jejak ketika sampai simpang lampu merah jln mentok. Mobil diketemukan siang hari oleh warga di dusun air jangka kec simpang katis Kabupaten Bangka Tengah. mobil tersebut telah diamankan oleh buser Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dibawa ke mapolres Pangkalpinang.
Kabid Humas Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, AKBP. Indra, kepada wartawan, Kamis (22/12) membenarkan bahwa tim Buser Polres Pangkalpinang dan Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitungl berhasil mengintai tersangka curat yang menjadi target operasi.
"Saat tim ke TKP yakni depan Bank Pikko, tersangka berusaha lari dan mengarahkan mobil ke tim. Maka tim melepaskan tembakan ke arah atas dan ban. Akan tetapi pelaku berhasil kabur. Tim mengejar namun kehilang jejak di lampu merah jalan mentok. Mobil yang digunakan tersangka akhirnya ditemukan siang harinya di dusun air Jangkang oleh warga. Mobil sudah diamankan di Mapolres Pangkalpinang," ungkap Indra.
Indra menambahkan bahwa berdasarkan hasil pengembangan, mobil yang digunakan tersangka adalah mobil rental. "Kasus ini masih dalam pengembangan penyelidikan. Kita harapkan kerja sama dari masyarakat untuk memberikan informasi jika melihata ada tanda-tanda orang yang tingkahlakunya mencurigakan di wilayah masing-masing," harap Indra. (edy)















