berita2.com (Lampung): Sofian tak kuasa melawan bayangan wajah ayahnya yang terus menghantuinya. Suatu pagi, ia membunuh ayahnya kandungnya dengan parang yang dibacokan ke lebernya di rumahnya, karena tidak dibelikan sepeda motor. Bayangan wajah ayahnya yang terlihat sekarat di depannya membuat ia menyerahkan diri ke polisi pada Selasa 19 Juli 2011.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi Di dusun Fajar Gunung, Terusan Nunyai, Lampung Tengah, pada Selasa (12/7/2011) sekitar pukul 05.00 WIB. Korban Solihin, 43, tewas di tangan anak kandungnya, Sofian. Hal itu dilakukan Sofian gara-gara tidak dibelikan sepeda motor.
Saat menyerahkan diri pada Selasa (19/7/2011) sekitar pukul 17.00 WIB, Sofian berkata di hadapan polisi, “pagi itu saya khilaf dan saya menyesal. Sekarang saya sudah agak tenang setelah menyerahkan diri. Hampir tiap malam saya terbayang wajah bapak.”
Tersangka mengaku menghabisi nyawa bapak kandungnya, dengan cara membacok lehernyadengan parang, saat bapaknya berada di depan TV. Usai membacok bapaknya, pelaku kemudian melarikan diri ke rumah kakaknya yang tak jauh dari lokasi kejadian di Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nyunyai, Lampung Tengah.
“Saya habis bacok lalu nyeberang ke rumah kakak. Saya bilang saya bacok bapak.” Tidak banyak kata terucap dari tersangka yang terlihat masih shock, atas perbuatan yang ia lakukan.
Setelah melapor ke salah satu kakaknya, tersangka melarikan diri. Sofian pergi menggunakan bus ke arah Sahid, Gunung Batin. Sesampainya di Sahid, ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya lalu masuk ke dalam kebun belakang dan bersembunyi.
Beberapa hari bersembunyi di hutan, akhirnya membuat tersangka merasa lelah dan selalu dihantui rasa bersalah terbayang wajah bapaknya. Ia memutuskan ke rumah pamannya Sahlan, agar diantarkan ke Polsek Terusan Nyunyai untuk menyerahkan diri.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP. Budi wobowo membenarkan bahwa tersangka anak yang membunuh bapak kandungnya menyerahkan diri diantar pamannya.