berita2.com (Bengkulu): Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyampaikan programnya, yaitu semua masyarakat di kelurahan sekitar Danau Dendam Tak sudah (DDTS), Bengkulu, akan dibantu untuk membuat Kebun Bibit Rakyat (KBR) agar kawasan tersebut dijaga kelestariaanya.
”Kalau dulu pemerintah menyuruh menanam pohon, tapi benihnya tidak ada. Karena itu kita akan bantu, termasuk di sekitar DDTS,” katanya saat mengisi kuliah umum dan menanam pohon di kampus Universitas Bengkulu (Unib), dalam rangkaian kunjungannya di Bengkulu, Kamis (24/2).
Ia mengatakan selama lima tahun, sejak 2010 hingga 2014 nanti, Kementerian Kehutanan akan mengembangkan program pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan, yang meliputi hutan kemasyarakatan seluas 2 juta ha, hutan desa seluas 500.000 ha, dan hutan tanaman rakyat seluas 250 ha.
“Selain itu, dikembangkan juga hutan kemitraan, antara kelompok tani dengan industri kekayuan seluas 250.000 ha,” katanya dalam kuliah umum di Aula Utama Rektorat Unib.
Ia mangatakan gerakan penanaman nasional secara massal, tentunya membutuhkan bibit tanaman berkualitas baik, dengan jumlah yang cukup dan mudah diperoleh masyarakat.
Untuk membantu gerakan penanaman nasional, Kementerian Kehutanan membangun Kebun Bibit Rakyat (KBR) sebanyak 8.016 unit di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari upaya itu, Kementerian Kehutanan tahun ini membangun 10.000 unit kebun benih rakyar (KBR) atau unit pembibitan pohon di 10.000 desa di seluruh Indonesia.
Setiap unit akan mendapatkan dana Rp 50 juta sehingga total dana untuk membangun 10.000 KBR ini mencapai Rp500 miliar. Sebab itu ia berharap bagi masyarakat dapat membuat KBR dengan mengajukan proposal, maka dibantu anggarannya.
Dana tersebut dialokasikan melalui anggaran rehabilitasi hutan yang tahun ini mencapai Rp2 triliun, sehingga, dana itu dibagikan langsung kepada masyarakat. ”Lalu, masyarakat membangun sendiri persemaiannya,” ujarnya.
Adapun jenis-jenis bibit yang bisa ditanam adalaha seperti jambon, jati, mahoni, sengon, dan jenis buah-buahan seperti manggis, sawo, alpukat. ”Bibit-bibit itu diharapkan kemudian ditanam di areal-areal kritis.
Pemerintah akan mengerahkan para penyuluh kehutanan ke desa-desa untuk mendampingi masyarakat dalam membangun tempat persemaian tersebut. ”Semua fasilitas akan di sediakan, termasuk penyuluh,” imbuhnya.