berita2.com (Pekanbaru, Riau): Dibanding kemarin, jumlah titik api yang terdeteksi di wilayah Riau mengalami penurunan meski tidak signifikan. Jika kemarin terdeteksi 162 titik api, namun hari ini (6/7/11) hanya terpantau oleh Setelit NOAA 18 sebanyak 107 titik api.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau Fadrizal Labai kepada berita2.com di Pekanbaru, membenarkan hal itu. Dikatakan, terjadi penurunan titik panas di wilayah Riau. "Kemarin terdapat 162 titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau. Namun kini sudah berkurang menjadi 107 titik," tuturnya.
Ke-107 titik api itu, lanjut Labai, terdeteksi di Rokan Hilir sebanyak 24 titik api disusul Pelalawan (20 titik api), Kampar (14), Indragiri Hulu (12), Kuantan Singingi (11), Rokan Hulu (9), Bengkalis (7), Indragiri Hilir (5), Siak (4) dan Pekanbaru sebanyak satu titik api.
Terlepas soal itu, sejumlah warga Pekanbaru mengeluhkan sumur mereka yang mengalami kekeringan. Salah satunya diungkapkan Syafrizal, warga Perumahan Peputra, Kelurahan Simpang Tiga.
"Beberapa rumah di kompleks saya kini sumur mereka mengalami kekeringan. Untuk mendapatkan air, warga terpaksa menggali lagi sumur bor mereka. (afhan)