berita2.com (Pekanbaru, Riau): Sudah lebih dari sepekan ini, harga beras dengan beberapa merek asal Palembang mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga mencapai Rp 300-600 perkilogramnya. Diperkirakan kenaikan masih akan terjadi apalagi kebutuhan warga akan beras meningkat mendekati masuknya bulan suci Ramadhan.
Kondisi tersebut tak membuat beban masyarakat semakin berat untuk mencikupi kebutuhan hidup. Terleb ih kenaikan harga beras terjadi di saat musim masuk sekolah. Saat pengeluran masyarakat yang memiliki anak masuk sekolah melonjak.
"Susah sekarang. Beras naik. Sementara pengeluran sedang banyak, karena anak-anak yang sekolah butuh biaya besar," keluh Rumiati, seorang ibu rumah tangga, warga Marpoyan Damai kepada berita2.com.
Pantauan berita2.com di lapangan menyebutkan bahwa harga beberapa merek beras asal Palembang seperti Belida, Topi Koki maupun cap Telephon mengalami pergerakan naik. Jika sebelumnya, harga beberapa merk beras tersebut di kisaran Rp 148 ribu perkarung dengan berat 20 kilogram, kini mencapai Rp 154 ribu dengan berat yang sama.
Hal itu dibenarkan oleh Megah Miko dari Bidang Evaluasi Harga Disperindag Kota Pekanbaru. Kepada berita2.com Rabu (6/7/11) ia mengatakan bahwa kenaikan harga beras hanya terjadi di beras yang berasal dari Palembang. Seperti Belida, Topikoki maupun cap Telephon. Beras dari provinsi lain seperti dari Sumut (Ramos,HSC, PTN) dan Sumbar (Kuku Balam, Mundam) tidak mengalami kenaikan harga.
"Informasi yang ada di kita saat ini adalah masa panen raya padi di Palembang sudah lewat. Jadi stok beras di Palembang yang untuk dilempar ke pasar menipis. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga. Apalagi kebutuhan warga Riau akan beras menjelang Ramadhan mengalami peningkatan," terang Megah Miko.
Disinggung pelaksanaan operasi pasar, Megah Miko mengatakan bahwa Pemko Pekanbaru melalui Disperindag Riau masih akan melaksanakan 2 kali operasi pasar dalam bentuk pasar murah sembako. Pelaksanaannya akan dilakukan menjelang bulan Ramadhan. (afhan)