berita-beritadotcom (Pekanbaru, Riau): Ratusan pendemo menolak kenaikan harga BBM yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tolak Kenaikan (ARAK) harga BBM terlibat bentrok dengan ratusan polisi yang mengamankan gedung DPRD Riau, Kamis (29/3/12), sekitar pukul 13.15 WIB. Bentrok pecah setelah polisi membubarkan kerumunan massa dengan tembakan water canon.
Semprotan air bertekanan tinggi dari mobil water canon dilakukan untuk memadamkan kobaran api dari ban bekas yang dibakar pendemo. Semula polisi membiarkan saja ketika pendemo sekedar bakar ban di depan pintu gerbang pagar yang terkunci rapat, namun setelah ban yang berkobar digelendingkan ke arah pintu pagar, polisi langsung berusaha memadamkan dengan menyemprotkan air.
Tidak terima disemprot air. Pendemo langsung merangsek maju. Mendobrak pintu pagar gedung DPRD Riau hingga jebol untuk kedua kalinya. Setelah itu, massa bertambab beringas. Mereka melempari petugas mengunakan batu, kayu dan benda apa saja yang ditemui. Bentrok pun tak pecah. Polisi tentu tak tinggal diam menjadi sasaran lemparan pendemo. Aparat pun merangsek maju. Memukul pendemo dengan tindakan keras.
Sejumlah pendemo menjadi sasaran pukulan dan tendangan polisi. Merasa terdesak, pendemo lantas kocar-kacir. Ada yang lari ke arah Purna MTQ, tetapi tidak sedikit juga yang lari ke arah sebaliknya, menuju RS Awal Bros. Akibat rusuh tersebut arus lalu-lintas di Jalan Jendral Sudirman ditutup total.
Sampai saat ini suasana di depan gedung DPRD Riau masih panas. Pendemo yang semula lari kocar-kacir mulai kembali mendekati gedung wakil rakyat (afhan)
Riau
Ratusan Pendemo Ricuh di DPRD Riau
Pengedar ekstasi dan memiliki shabu ditangkap
berita-beritadotcom (Pekanbaru, Riau): Jajaran Polresta Pekanbaru dalam operasi razia rutin Minggu (4/3/12), suatu kemalangan bagi L (30). Karena, setelah ditindaklanjuti oleh polisi atas penemuan 1,5 butir pil ekstasi di kantong celananya. Ternyata pemuda yang menetap Jalan Bogor, Harapan Raya, Kecamatan Bukit Raya itu, pollisi menemukan 16 paket sabu sabu yang disimpan dikamar tersangka.
Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Dermawan M Senin (5/3/12) siang mengungkapkan, Setelah dikembangkan terkait penangkapan tersangka Lukman Nasution alias L. Kemudian pihaknya melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Selanjutnya, tim polresta menemukan 16 paket sabu-sabu senilai 4,8 Juta Rupiah.
" Setelah melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Bogor, Kec. Bukit Raya, Pekanbaru, polisi menemukan 16 paklet sabu-sabua yang masing-masing paket seharga 300 Ribu Rupiah dengan total Rp 4,8 juta, " terangnya.
Dari penggeledahan dikamar tersangka, ditemukan 3 paket sabu diatas lemari dan 13 paket sabu di kamar belakang," kata Kasat lagi.
Kasat menambahkan, dari hasil pemeriksaan tersangka dinyatakan sebagai pengedar dan pemakai. Namun, hingga saat ini kami belum menemukan apakah ia ikut pada jaringan internasional atau tidak. Tapi tersangka mengaku, mendapatkan BB (barang Bukti) dari D yang juga menjadi DPO untuk saat ini." Ujarnya.
Dari pengakuannya, tersangka yang memiliki cucian motor itu sudah memakai narkoba selama 3 bulan. "Saya sudah memakainya semenjak saya membuka cucian. Kurang lebih dari 3 bulan yang lalu," akunya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 UU. No 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara. (afhan)
1.500 warga Rumbai mengungsi
berita2.com (Pekanbaru, Riau): Banjir yang merendam Rumbai minggu (25/12) dengan ketinggian mencapai 1, 5 meter merendam sekitar 350 rumah warga di jalan Nelayan, Perumahan Witayu, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Menyebabkan sekitar 1.500 jiwa yang tinggal di sana harus mencari tempat mengungsi.
Saat Ini banyak rumah yang di tinggalkan pemiliknya mereka menuju tempat pengunsian dengan melalui air yang mencapai setinggi dada dewasa.
Menurut salah seorang warga Mairta Frida (37) Ini adalah banjir yang terbesar yang mereka alami pada 2011. Air mulai naik Sabtu pagi, Banjir kali Ini termasuk yang besar, sebelumnya pada 2008 banjir menggenang sampai sejengkal mencapai atap.
Dikatakannya, jika banjir sudah melanda, warga biasanya mengungsi ke pos-pos yang didirikan dan juga ke rumah sanak saudara.
Mahasiswi diperkosa di dalam mobil
berita2.com (Pekanbaru, Riau): Jajaran Polres Pekanbaru meringkus pelaku pemerkosaan mahasiswi di dalam mobil . Pelaku bernama Yusuf (30) warga Jalan Kuala Tampan, Kecamatan Tampan, saat ini mendekam disel tahanan Mapolresta dan ditetapkan sebagai tersangka.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Ida Ketut GKR Sik melalui Wakasat Reskrim, AKP Abdul Rahman kepada Berita2 Minggu sore mengkonfirmasikan, tersangka pelaku pemerkosaan terhadap korban YF (18) seorang mahasiswi di Pekanbaru berhasil diciduk jajarannya pada Sabtu (2412) pagi sekitar pukul 09.00 WIB," terangnya.
Penangkapan terhadap tersangka dirumahnya itu, berdasarkan laporan korban YF, bahwa korban telah diperkosa tersangka di dalam mobil Avanza milik tersangka. Menurut pengakuan korban, waktu itu pada Selasa (20/12/2011) sekitar pukul 18.30 WIB, korban yang kenal dengan tersangka itu, ditawarkan tersangka mengantarkannya untuk pergi ke kampus dengan menggunakan mobil tersangka.
Setibanya dekat Bundaran Celengan Jalan Riau Ujung, denga bujuk rayunya tersangka kemudian menyuruh korban untuk membuka bajunya, namun semua itu ditolak korban. Akhirnya, tersangkapun mengancam korban dan membuka paksa pakaian korban, sehingga tersangka merengut kesucian korban. Setelah tersangka puas melepaskan nafsu bejatnya, korban kemudian diantar ke kampusnya.
Sepulangnya korban dari kampus, korban keudian menceritakan hal tersebut kepada pihak keluarganya dan selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian," ungkapnya. (deri)
Ratusan Mahasiswa Berdemo ke Kantor Gubernur Riau
Mereka menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera menyelesaikan sengkata lahan dengan PT Hasrat Tata Jaya. Selain itu, mahasiswa juga menuntut pengadilan lebih bijaksana mengambil kebijakan terkait masalah ini dan mengakomondir upaya derden verzet (perlawanan sita eksekusi) dan pidana yang akan dilakukan.
"Kam minta masalah ini secepatnya diselesaikan sengketa kepemilikan lahan ini. Karena tidak hanya menghambat aktivitas belajar dan mengajar di Universitas Riau, juga merugikan hak-hak mayarakat untuk memperoleh pendidikan," tukas Syahrizal, Koordinator Aksi dalam orasinya.
"Di samping itu wacana yang beredar pihak Pemprov Riau justru berupaya meminta agar PT Hasrat Tata Jaya menghibahkan tanah tersebut kepada negara. Ini menjdi pertanyaan besar bagi kami. Apakah ini satu bentuk keputusasaan dari Pemprov sendiri?" tanya pengunjukrasa.
Setengah jam berorasi, tidak satu pun dari pejabat Pemprov Riau menemui para pengunjukrasa. Bahkan pintu gerbang masuk kantor gubernur sulit untuk disentuh oleh pengunjukrasa karena di lapis depan petugas dari Polresta Pekanbaru membentuk pagar betis.
Karena aksi mereka tidak mendapat tanggapan, para pengunjukrasa dari BEM Fakultas Hukum UR ini melanjutkan aksi serupa di pintu masuk Mapolda Riau. (afhan)
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 11
















