berita2.com (Medan, Sumatera Utara): Pengusaha ikan, suami isteri Awie dan Dora, tewas seketika ditembak oleh orang yang diduga sebagai pembunuh bayaran. Anaknya yang masih balita menderita luka tembak di bagian kaki. Berdasarkan jumlah selengsong peluru, penembakan dilakukan sebanyak 25 kali
“Kalau dilihat dari aksi pelaku, diduga mereka merupakan pembunuh bayaran. Pasalnya, tidak ada satu pun harta benda korban yang hilang kalau niat pelaku hendak merampok,” kata Kepala Polresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga.
Ditambahkannya, pihaknya saat ini memeriksa empat orang saksi, terkait kasus pembunuhan yang terjadi dikediaman korban Jalan Akasia I, Medan, Selasa malam 29 Maret 2011.
“Kita telah memeriksa empat orang saksi yakni pembantu korban dan tiga orang keluarga korban,” ujar Kapolresta. Terkait kasus tersebut, masih kata Tagam, pihaknya membentuk 6 tim guna membongkar kasus ini.
Petugas Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara telah mengamankan 25 selongsong peluru yang ditembakkan pelaku untuk menghabisi pasangan suami istri Awi dan Dora.
Hasil pemeriksaan sementara, peluru tersebut dilepaskan dari dua senjata yang berbeda yakni pistol jenis Colt dan jenis FN, namun hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi senjata apa yang digunakan para pelaku.
Empat pelaku dengan mengendarai sepeda motor menyatroni kediaman korban Awie, di Jalan Akasia I, Medan. Sebelum korban memasukkan mobil ke garasi rumahnya Selasa (29/3) sekitar pukul 21.30 Wib, kawanan pelaku langsung masuk dan melepaskan tembakan beberapa kali.
Awi dan isterinya, Dora, tewas di tempat (dalam mobil). Peluru yang bersarang ditubuh Awie, lebih dari sepuluh. Sedangkan peluru ditubuh Dora, sebanyak dua butir di dada dan punggung.
Sedangkan anaknya Kristopin,2, juga terkena tembakan pada bagian kakinya dan saat ini dirawat di RS Colombia,Medan.
Sementara mayat suami isteri ini disemayamkan di persemayaman Angsapura Jalan Waja, Medan dan rencananya dikebumikan tanggal 1 April 2011.