berita2.com (Langsa, Aceh): Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat. Hasil positif tersebut dituai berkat kesadaran masyarakat akan manfaat bantuan kesehatan gratis ini.
"Kami terus berupaya berjuang agar program JKA bisa berlanjut untuk tahun-tahun mendatang meski menghadapi banyak rintangan," kata Gubernur Irwandi Yusuf di Langsa.
JKA, kata gubernur, adalah program pembangunan yang menjadi prioritas Pemerintah Aceh untuk mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.
"Jutaan masyarakat Aceh telah mendatangi rumah sakit dan pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh pengobatan gratis melalui program JKA, termasuk penduduk di pedesaan," katanya menambahkan.
Tahun 2010, melalui Anggaran Pembangunan dan Belanja Aceh (APBA) telah dialokasikan dana sebesar Rp241 miliar untuk mendukung program pengobatan dan pelayanan gratis melalui JKA.
Pemerintah Aceh menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Askes sebagai mitra dalam program JKA.
"Memang, tidak semua orang setuju dengan program JKA ini, tapi masyarakat banyak telah terbantu dengan JKA. Rumah sakit nyaris tidak mampu melayani membludaknya pengunjung yang berobat dengan program JKA," katanya.
Bahkan, ada pejabat pemerintahan dari provinsi lain di Indonesia datang ke Aceh untuk mempelajari bagaimana Aceh menerapkan program JKA.
"Itu artinya, provinsi lain ingin mengadopsi sistem pemberian jaminan kesehatan gratis seperti yang kita terapkan melalui program JKA," kata Irwandi Yusuf.
Dia menambahkan, Pemerintah Pusat juga telah mempelajari penerapan program JKA, dengan harapan mungkin bisa sebagai contoh untuk diterapkan di seluruh Indonesia.