berita2.com (Pidie, Aceh): Ratusan warga korban banjir bandang di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, Jumat (17/3), bergotong royong membangun jembatan darurat yang menghubungkan ke sejumlah desa. Jembatan darurat dibangun menggunakan pohon pinang.
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Tangse meluluhlantakan ratusan rumah dan menewaskan 12 orang. Bencana ini juga memorakporandakan sedikitnya 17 unit jembatan penghubung antardesa dengan ibu kota kecamatan.
Pascabanjir bandang warga mengeluhkan krisis air bersih. Menurut Lisa, warga Desa Peunalom 1 terpaksa menggunakan air yang bercampur lumpur untuk mencuci barang-barangnya yang masih bisa digunakan.
Bersih-bersih juga dilakukan Asnidar, warga Peunalom 2. Secara tak sengaja ia menemukan sepeda motornya yang tertimbun lumpur dan batang pohon. Asnidar juga membersihkan kendaraannya menggunakan air sumur bercampur lumpur.