berita2.com (Banda Aceh): Pemerintah Aceh masih saja mengejar kebutuhan investasi Pasar Modal Dalam Negeri (PMDN), bahkan pada tahun 2012 ini targetnya diperkirakan senilai Rp. 90 Miliyar, dari investor nusantara maupun manca Negara.“Terhitung sejak tahun 2006 sampai 2011 lalu, mengalami peningkatan, namun tidak berarti kami cukup sampai disana saja finalisasinya,” kata Kepala Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh, Ir. Anwar Muhammad, kepada BN, Rabu, (1/2) di Banda Aceh.
Kata dia, prospek provinsi Aceh yang dikelilingi oleh 23 Kabupaten/Kota, dengan kekayaan alam membuat pihaknya tidak pernah berhenti melakukan promosi ke negara-negara maju, untuk menggaet investor menanamkan modalnya di provinsi paling ujung bagian sumatera itu.
“Kekayaan alam ini, harus kita mamfaatkan dengan baik dan mampu kita persembahkan kepada tamu nusantara maupun manca negara,” ungkapnya.
Demikian diungkapkan, Kepala Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh, Ir. Anwar Muhammad, didampingi Sekretarisnya, Fakhrizal, kepada The Atjeh Post yang ditemui diruang kerjanya. Terkait perkembangan investasi yang saat ini masih menjadi lirikan investor asing di provinsi Aceh.
Kata dia, provinsi Aceh akan menjadi salah satu tujuan investasi asing terbesar dibanding provinsi lainnya di Sumatera. Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya ada 90 perusahaan asing telah berencana menanamkan modalnya di Aceh dengan total komitmen diatas Rp 50 triliun lebih.
“Nah, untuk sektor pertambangan prosesnya lebih mudah dibandingkan dengan sektor lainnya. Maka, sektor tersebut tidak perlu lagi dilakukan promosi.Seperti gadis cantk. bayak pria yang melirik. begitulah pertambangan” kata Anwar seraya mencontohkan
Di bidang pertambangan, kata Anwar, Aceh juga berusaha untuk mengutamakan kelestarian alam. Di bawah pimpinan gubernur Irwandi. Tambahnya, Aceh mempunyai program Aceh Green Vision untuk melestarikan alam.
Disebutkan, sejauh ini pihaknya terus melakukan promosi terhadap potensi Aceh kebeberapa negara maju, seperti, Malaysia, Denmark, dan sejumlah Negara-negara berkembang lainnya. dengan tujuan agar investor asing dapat menanamkan modalnya di provinsi Aceh.
“Kami terus membuka lebar-lebar kepada investor nusantara dan manca negara dalam menanamkan modalnya di Aceh. Dalam hal ini tentunya membutuhkan kondisi Aceh yang damai, sehingga investor-pun tidak ragu-ragu menanamkan modalnya di daerah kita ini,” sebutnya.
Menurutnya, Aceh ingin mempromosikan kawasan itu kepada dunia sector perikaznan, pertanian dan agrobisnis, yang kaya dengan kopi Aceh sudah menjadi bahan baku kopi Starbucks. Selain itu Aceh juga menghasilkan bahan baku coklat, yang sudah diekspor ke luar negeri. "Itu yang diekspor baik ke Malaysia dan negara-negara Eropa itu juga berasal dari Aceh,” katanya.
Ditambahkan dia, perkembangan dan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Aceh sejak tahun 2007 sampai 2011, yang dilaksanakan oleh 25 perusahaan sekitar Rp 98.345.603.449. sedangkan kebutuhan investasi PMDN pada tahun 2012 sebesar Rp 90 Miliyar.“Kita harapkan kebutuhan itu dapat tercapai 100 persen, apabila kondisi Aceh berlangsung kondusif,” katanya. (afrizal)















