berita2.com (Banda Aceh): Pemerintah Aceh, menyatakan serius menangani pengembangan kualitas pendidikan diprovinsi itu. Buktinya, setiap tahun Pemerintah Aceh menaikkan pagu anggaran dana untuk sektor pendidikan dan dayah.
Hal itu disampaikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada wisuda adat penerima beasiswa Pemerintah Aceh, yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (31/1/2012), dihadiri 137 penerima beasiswa tahun 2011 dari totalnya sekitar 173 orang.
Kata Irwandi, pada tahun 2006, Pemerintah Aceh menyediakan dana untuk sektor pendidikan dan dayah sebanyak 19,4 Miliar, sementara pada tahun 2007, anggaran pendidikan meningkat menjadi 32,7 miliar, tahun 2008, jumlah itu naik tiga kali lipat dari sebelumnya, yakni 105,9 miliar. sedangkan pada tahun 2009, anggaran untuk sektor pendidikan menjadi lebih besar lagi, yakni 120 miliar.
“Dari data ini jelas sekali membuktikan, kalau Pemerintah Aceh memberi perhatian yang semakin serius untuk pengembangan pendidikan di daerah ini. Tingginya perhatian Pemerintah Aceh kepada pendidikan tidak lain, dikarenakan kita bertekad untuk memajukan berbagai sektor unggulan di daerah ini,” ungkapnya.
Dikatakan, dengan pendidikan yang baik, Ia berharap Aceh memiliki sumberdaya manusia yang lebih baik pula. Untuk itu, Pemerintah Aceh menyediakan beasiswa cukup besar, guna mendanai putra-putri terbaik Aceh untuk mendalami berbagai bidang strategis.
“Disamping itu, Pemerintah Aceh juga menyediakan dana bagi program guru untuk daerah-daerah terpencil, guru-guru tesebut, merupakan putra-putri daerah yang berasal dari daerah terpencil. Ini dimaksudkan agar, mereka siap untuk tinggal dan mengabdi di daerah terpencil,” katanya.
Ia menyebutkan, saat ini bisa dikatakan rasio jumlah guru dan murid di Aceh merupakan yang tertinggi di indonesia. Secara nasional perbandingan guru dan murid berkisar 1:25, maka di Aceh, perbandingan jumlah guru dan murid sudah mencapai 1:10.
“Pemerintah Aceh juga memberi perhatian serius untuk perkembangan pendidikan dayah atau pesantren. Untuk mengembangkan dayah modern, profesional dan memiliki wawasan intelektual, pemerintah aceh telah membentuk badan pembinaan dan pendidikan dayah,” sebut dia.
Masih kata dia, pemerintah juga telah mengalokasikan dana cukup besar untuk disalurkan kepada dayah-dayah di wilayah Aceh. Sebagai gambaran, pada tahun 2010 saja, ada sebanyak 817 dayah di aceh yang mendapat bantuan dari Pemerintah Aceh sebesar Rp 60,7 miliar.
“Pada hari ini kita telah menyaksikan kepulangan kembali beberapa orang mahasiswa dan mahasiswi yang belajar di dalam negeri dan luar negeri yang dibiayai secara penuh oleh Pemerintah Aceh,” sambung dia.
Menurutnya, pengiriman mahasiswa dan mahasiswi oleh Pemerintah Aceh, dikarenakan pihaknya berkeyakinan bahwa membangun sumberdaya manusia yang jauh lebih bermanfaat dari pada membangun gedung-gedung besar.
“Di negara yang sedang berkembang, biasanya mayoritas sumberdaya manusia adalah kaum pekerja (labors), sementara sumberdaya manusia yang merupakan problem solvers atau kaum intelektual jumlahnya relatif sedikit. hal ini mengakibatkan banyak program-program strategis pemerintah terhambat karena dominasi pekerja lebih banyak ketimbang pemikir,” paparnya. (afrizal)















