berita2.com (Banda Aceh): Guna mengurangi angka pengangguran dan sekaligus mendukung program Visit Banda Aceh Year (VBAY), Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh kembali menambah objek wisata yaitu kolam budidaya ikan kue dan wisata air, yang berlokasi di gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meraxa.
Prosesi peresmian objek wisata itu dilakukan langsung oleh Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, Sabtu (27/1), dihadiri sejumlah unsur muspida setempat, Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), tokoh pemuda dan kelompok sadar wisata churu chouk.
Kata dia, dengan bertambahnya objek wisata itu, diharapkan mampu menambah kesejahteraan rakyat Kota Banda Aceh. Bahkan, pihaknya berjanji akan memberikan pembinaan kepada kelompok, pemuda yang sadar akan pariwisata, tentunya melalui pelatihan-pelatihan.
“Pemko Banda Aceh sangat berkeinginan untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Sehingga, dengan adanya objek wisata ini, perekonomian rakyat juga bisa bergerak kearah yang lebih menggembirakan,” katanya.
Dia menyebutkan, pembangunan objek wisata tersebut bersumber dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pariwaisata, menelan dana sekitar Rp. 70 juta, selama 120 hari, yang dilaksanakan oleh kelompok sadar wisata churu chouk, sebutnya.
Ketua kelompok sadar wisata churu chouk, Muhammad Subhan, mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya Pemko Banda Aceh, dalam melaksanakan program VBAY. Sebab, ekses dari program tersebut mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Azas mamfaat dari program VBAY ini, mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan menuntaskan angka pengangguran di Kota Banda Aceh,” ungkapnya.
Dijelaskan dia, pengelolaan tahun pertama objek wisata air tersebut dilaksanakan pihaknya tanpa membebankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) oleh Pemko Banda Aceh.
Baru pada tahun berikutnya, sebut dia, akan berkoordinasi kembali dengan Disbudpar setempat, untuk memberikan pemasukan ke kas daerah itu.
“Untuk tahun pertama belum dibebankan PAD, namun pada tahun berikutnya kami bersama Pemko akan berkoordinasi kembali, guna menyumbang pendapatan kedalam kas daerah Kota Banda Aceh,” terang dia, menjelaskan.
Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sudah memiliki dua ribuan bibit ikan untuk diisi dalam kolam budidaya ikan kue. Namun, dalam waktu dekat juga akan disusul sekitar 5 ribu bibit yang dipasok dari Simeulue.
“Dalam kola mini nanti ada sekitar 7 ribu bibit ikan dari berbagai jenisnya, dan memang kapasitas yang dapat ditampung dalam kola mini berkisar 15 ribu bibit ikan,” sebutnya.
Menurut Subhan, dilokasi objek wisata air itu nantinya juga bakal digelar event yang dipelopori oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh, dalam rangka melanjutkan program VBAY.
“Kami siap mengelolanya dengan tidak melupakan nilai-nilai syariat islam di Kota Banda Aceh ini, tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai kalangan,” tukasnya.
Sementara Geuchik Gampong Ulee Lheue, Muhammad Yasin, sangat mendukung upaya Pemko Banda Aceh, dalam mengembangkan objek wisata di kawasan Ulee Lheue. Apalagi, adanya keterlibatan masyarakat.
“Ini patut kita berikan apresiasi kepada Pemko, sebab dalam mengembangkan objek wisata, ikut menguntungkan masyarakat setempat,” katanya. (afrizal)















