berita2.com (Banda Aceh): Tsunami Disaster Mitigation and Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, kembali membuka sayapnya untuk mengadakan simulasi penanggulangan bencana. Kali ini simulasi tersebut masuk ke sekolah-sekolah, khususnya Divisi Advokasi, Pendidikan, dan Pelatihan mengadakan kegiatan Simulasi Gempa, Kebakaran dan Tsunami di sekolah.
Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari hasil kegiatan Workshop Pembelajaran Sekolah Siaga Bencana dan juga peningkatan kapasitas program Pengurangan Risiko Bencana di sekolah yang diadakan pada tanggal 24 Desember 2011 lalu.
Muklis A. Hamid, M.S selaku ketua Divisi, kepada Berita2.com, dalam siaran persnya, Jum’at (27/1) tadi sore, mengatakan, bahwa sistem pendidikan untuk pembelajaran pengetahuan pengurangan risiko bencana di sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk merubah pemahaman komunitas sekolah tentang paradigma bencana baik dilingkungan sekolah maupun di rumah.
“Tujuannya untuk memberikan informasi pengetahuan pengurangan risiko bencana kepada komunitas sekolah dapat dilakukan dengan cara simulasi/pelatihan penanggulangan bencana dalam lingkungan sekolah berdasarkan ancaman yang ada di sekolah, berupa kebakaran, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung, pasang purnama dan lain sebagainya,” kata Muklis.
Kata dia, simulasi yang dilakukan ini sebagai antisipasi untuk warga sekolah dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Dengan adanya kegiatan simulasi diharapkan komunitas sekolah dapat menguji coba prosedur tetapdi sekolah dalam hal penanggulangan bencana yang telah disepakati bersama, sehingga dapat diidentifikasi informasi yang masih harus disesuaikan dalam prosedur tetap tersebut.
“Kegiatan simulasi dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2012 ( di SD 13 Meuraxa) dan 31 Januari 2012 di SDN 48 Meuraxa,” katanya.
Ia menyebutkan, peserta yang mengikuti simulasi ini diperkirakan sekitar 200 orang, yang terdiri dari siswa dan guru dari beberapa SD, SMP dan SMA di kota Banda Aceh serta beberapa instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, UPTD Pendidikan Suku II Banda Aceh dan UPTD Pendidikan Wilayah IV Aceh Besar, sebut dia. (Afrizal)















