berita2.com (Gunungkidul, Yogyakarta): Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, DIY sejak beberapa tahun lalu masih terkendala adanya kredit macet berasal dari Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kucuran tahun 2001 lalu yang bermuara pada dua kelompok.
Akibatnya desa tersebut selalu mendapat jatah dana PNPM terendah karena menempati ranking bawah dari 11 desa yang ada di Kecamatan Ponjong.
Kades Gombang Supriyadi, S.Sos mengungkapkan, awalnya tahun 2001 lalu dua kelompok di wilayahnya mendapat kucuran dana masing-masing Rp 11,5 juta. Tetapi yang terjadi sampai tahun 2011 ini jumlah tunggakan kredit UEP masih tersisa sekitar Rp 18 – Rp 19 juta.
Hal itu cukup menghambat kegiatan PNPM untuk tahun-tahun berikutnya. Bahkan lantaran sebab yang sama, selama satu periode/tahun, Desa Gombang pernah mendapat kartu merah alias tidak memperoleh kucuran dana PNPM.
Hal tersebut terkait dengan salah satu acuan/indikator keberhasilan program PNPM yaitu prosentase tingkat kelancaran angsuran program simpan pinjam pada masing-masing desa.
Ia mengaku kewalahan dalam menangani ulah para kelompok nakal itu. Dengan difasilitasi oleh pemerintah desa setempat, dua kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang warga itu telah berulangkali diajak bermusyawarah secara kekeluargaan untuk segera menyelesaikan tunggakan kredit yang telah dikucurkan sejak sepuluh tahun lalu itu.
Kala itu mereka juga sempat menandatangani surat perjanjian kesanggupan pelunasan. Tetapi pada kenyataannya, sampai saat ini belum juga ada yang lunas seratus persen.
“Kami pusing menangani ulah para penunggak itu, Om. Bahkan tim penagih tunggakan pinjaman bentukan Unit Pengelola Keuangan (UPK) Kecamatan Ponjong pun juga seolah tidak digubris oleh mereka. Padahal jika dilihat dari tingkat ekonominya, para penunggak tersebut tergolong keluarga mampu, bukan keluarga miskin,” keluhnya sambil geleng-geleng kepala kepada wartawan, Senin (21/11).
Jika prosentase tunggakan itu tidak juga berkurang, imbuhnya, maka dikhawatirkan untuk program PNPM untuk tahun 2012 mendatang Desa Gombang akan kembali mendapat kucuran dana yang sangat kecil dibanding perolehan dana dari 10 desa lain yang ikut berkompetisi.
Padahal rencananya, kegiatan fisik PNPM 2012 mendatang akan digunakan untuk pembangunan pasar desa berupa pembangunan beberapa los yang diperkirakan menelan anggaran sekitar seratus juta rupiah. (Wheny Marissa)















