berita2.com (Gunungkidul, Yogyakarta): Heri Suyitno (38), Dukuh Gunungsari, Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas gantung diri di rumahnya, Senin pagi (17/10/2011). Peristiwa naas itu diketahui pertama kali oleh ayah korban, Surahno yang juga mantan Lurah (Kades) Ngeposari sekitar pukul 10.30 WIB.
Menurut keterangan para tetangga korban yang enggan disebut namanya, Heri gantung diri diduga dipicu stress lantaran menanggung hutang uang PBB sekitar Rp 7 juta. Menurut kesaksian Suwarno, tetangga korban yang juga ketua RW setempat, pagi hari sekitar pukul 08.25 WIB ia sempat bertandang ke rumah korban untuk mengurus surat pindah.
Namun lantaran rumah dalam kondisi sepi dan tertutup, ia terpaksa mengurungkan niatnya. Tanpa menaruh curiga ia pun segera kembali pulang ke rumah. Kala itu ia justru menduga korban sedang bertugas di balai desa atau menyelesaikan tugas lapangan lainnya.
“Tadi pagi sekitar pukul 08.25 WIB pagi saya mencari Pak Dukuh untuk mengurus surat pindah, namun tidak jadi karena rumah pak dukuh dalam kondisi sepi dan tertutup. Selang 3 jam setelah itu saya dengar kabar kalau Pak Dukuh bunuh diri di kamarnya. Berarti saya ke sana tadi pagi itu kemungkinan ia sudah tewas bunuh diri,” ungkap Suwarno.
Secara terpisah Kades Ngeposari, Sugiyarto A.Md kepada wartawan di rumah duka mengatakan bahwa dalam kesehariannya Heri memang dikenal sebagai sosok yang pendiam. Kepada rekan kerja terdekatnya pun ia nyaris tidak pernah berkeluh kesah tentang masalah pribadinya.
Sementara, Kapolsek Semanu, AKP Sunu Pranowo WAP menjelaskan bahwa korban meninggal murni karena gantung diri menggunakan seutas tali plastik di atap kamarnya setinggi 2,5 meter, dan bukan karena tindak penganiayaan. Setelah diotopsi, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga dan dikebumikan sekitar pukul 16.00 WIB. (Wheny Marissa)