berita2.com, (Gunungkidul, Yogyakarta): Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Supriyadi, S.TP mengatakan, bulan September mendatang sejumlah 1.143 kelompok tani yang tersebar di 18 kecamatan akan memperoleh Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) berupa padi, jagung, dan kedelai dana APBN 2011 Kementrian Pertanian RI.
Program tersebut tetap menjadi prioritas karena telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman pertanian, terutama untuk jenis padi.
“Pengadaan bantuan dilakukan oleh pusat, dan rencananya akan disalurkan langsung kepada kelompok tani bulan September nanti. Dinas hanya sekedar mengusulkan kepada Kementrian Pertanian tentang luas areal pertanian yang akan disasar BLBU. Sehingga kami tidak tahu anggaran pengadaan maupun jumlah bantuan BLBU yang akan turun,” ucap Supriyadi didampingi Kasi Tanaman Pangan, Suroto, S.P kepada wartawan di kantornya, Rabu (3/8).
Adapun luas areal pertanian yang diusulkan, lanjut Supriyadi, untuk tanaman padi terbagi menjadi tiga kategori yakni padi gogo seluas 35.000 hektar, padi sawah non hibrida 5.000 hektar dan padi sawah hibrida 500 hektar. Sedang untuk tanaman jagung dan kedelai masing-masing seluas 450 hektar dan 5.000 hektar.
Ditambahkan Suroto, S.P, bahwa total kebutuhan benih BLBU untuk 1.443 kelompok tani bisa dihitung dengan perkiraan jumlah kebutuhan benih tiap satu hektar lahan. Untuk padi, dibutuhkan benih 15 Kg/hektar, jagung 15 Kg/hektar, serta kedelai 40 Kg/hektar. Perkiraan jumlah kebutuhan benih BLBU, padi sekitar 607,5 ton, kedelai 200 ton, serta jagung 6,75 ton.
Supriyadi juga mengharapkan adanya bantuan tersebut mampu mendongkrak jumlah produksi pertanian di Gunungkidul tahun 2011-2012 mendatang. Berdasarkan data dari dinas setempat, jumlah produksi pertanian tahun 2010 untuk jenis tanaman padi mencapai 259.282 ton dengan luas lahan 53.803 hektar, jagung 256.443 ton dengan luas lahan 71.223 hektar, kedelai 30.654 dengan luas lahan 28.068 hektar, serta kacang tanah 49.466 dengan lahan seluas 49.255 hektar.
Terkait rencana bantuan BLBU itu, salah satu pengurus Kelompok Tani Sumber Mulyo, Padukuhan Blimbing, Desa Karangrejek, Wonosari, Arjo Suwito menyatakan data pengajuan benih padi sekitar 2,5 ton telah ia setorkan kepada dinas pada bulan Juni lalu. “Sampai saat ini Kami masih menunggu kabar mengenai waktu pencairan bantuan itu,” kata Arjo.
Secara terpisah Kepala Bagian Pembangunan Desa Karangrejek, Wakidi menyoroti tentang mekanisme pengajuan dan pelaksanaan berbagai program bantuan dari pemerintah baik yang bersifat fisik maupun non fisik selama ini dinilai kurang melibatkan pemerintah desa. Di sisi lain bantuan memang langsung tepat menyasar kepada kelompok, tetapi jika kemudian terbentur kendala atau permasalahan yang berarti, desa akhirnya terpaksa dilibatkan untuk ikut menyelesaikannya. Jika desa dilibatkan sejak awal, program pemerintah setidaknya akan lebih bisa terkawal dan dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat. (Wheny Marissa)