berita-beritadotcom (Gunungkidul, Yogyakarta): Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Bulan Mei 2012 ini telah menyelesaikan proyek pembangunan lapangan sepakbola dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) senilai Rp 250 juta. Proyek tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh panitia komite pembangunan sarana dan prasarana dan pengerjaannya melibatkan masyarakat desa setempat.
Mewakili Kades Kemiri, Kirdi, Ketua komite pembangunan lapangan sepakbola, Suyanto menjelaskan bahwa berdasrakan rencana awal dana tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan pelebaran dan penyempurnaan lapangan termasuk di dalamya pembuatan gorong-gorong, talud serta saluran peresapan air. Dari dana Rp 250 juta itu, realisasinya mampu menyerap swadaya masyarakat senilai Rp 350 juta terdiri dari pelebaran tanah kas desa, pengerahan alat berat, tenaga kerja serta material batu putih.
“Kami bersyukur mampu menyelesaikan rehab lapangan sepakbola meski dengan dana yang sangat minim Rp 250 juta. Menurut perkiraan, pembangunan lapangan itu mampu menyerap swadaya lebih dari Rp 350 juta meliputi pelebaran tanah Rp 200 juta, pengadaan material batu putih Rp 14 juta, pengerahan 2 unit alat berat Rp 135 juta, serta tenaga kerja. Berkat dukungan berbagai pihak baik berupa tenaga maupun sumbangan dana, kondisi lapangan saat ini menjadi semakin layak digunakan untuk berbagai kegiatan olah raga,” ujar Suyanto kepada berita2.com, Kamis (10/5/2012).
Lebih jauh, Suyanto menjelaskan tentang besarnya swadaya pelebaran lapangan sepakbola yang dikerjakan selama 4 bulan, Januari hingga Mei 2012 ini. Untuk pelebaran tanah di sisi barat dan utara lapangan sedikitnya tidak kurang dari 6.000 meter persegi tanah kas desa setempat ikut dikorbankan demi normalnya ukuran lapangan. Jika dihitung rupiah, harga permeter di lokasi itu sudah mencapai Rp 35.000. Sehingga diperkirakan untuk swadaya tanahnya saja bisa mencapai lebih dari Rp 200 juta.
Diketahui bahwa tujuan digulirkannya proyek penyempurnaan lapangan sepakbola tersebut adalah untuk merangsang pengembangan kegiatan olah raga khususnya sepakbola. Khusus wilayah Kecamatan Tanjungsari, lapangan tersebut letaknya berdampingan dengan SMA Negeri 1 Tanjungsari yang juga membuka jurusan olah raga. Sehinga secara tidak langsung program penyempurnaan lapangan itu juga turut mendukung program sekolah. (Wheny Marissa)


















