berita2.com (Jakarta): Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengemukakan menjadi tugas berat bagi Pemprov Jawa Tengah yang menyandang predikat B laporan hasil evaluasi (LHE) akuntabilitas kinerja tahun 2011.
“Karena kami harus mempertahankan atas kepercayaan kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian PAN dan RB yang memberikasn penghargaan dengan kriteria B kepada Pemprov Jateng. Ini berarti Jateng memiliki kinerja yang baik. Mudah-mudahan ini bisa memacu dan memicu semangat bekerja lebih baik untuk lebih menyejahterakan masyarakat Jateng,” katanya menjawab pertanyaan di Kementerian PAN dan RB, Selasa (21/2).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Selasa (21/2) menyerahkan piala penghargaan laporan hasil evaluasi (LHE) akuntabilitas kinerja tahun 2011, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Pemkot Sukabumi yang mendapat predikat B.
Selain itu, Menteri juga menyerahkan piagam penghargaan kepada 17 pemprov dan 22 kabupaten/kota berpredikat CC, 11 pemprov dan 92 kabupaten/kota mendapat C. Dari laporan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah tahun 2011 masih terdapat 65 kabupaten/kota yang mendapat predikat D.
Menurut Gubernur setelah dinilai dan memperoleh penghargaan tidaklah mudah bagi Jateng untuk mempertahankan karena harus bergerak secara dinamis dan cepat.
“Banyak tugas dan tantangan yang harus saya hadapi, dan mudah-mudahan saya bisa mempertahankan kinerja yang telah dicapai sampai akhir 2011 itu,” tambahnya Bibit.
Dia menjelaskan konsep pembangunan Jawa Tengah bali ndeso, mbangun deso, memang harus lebih ditingkatkan lagi, dan harus disinkronkan dengan rancangan pembangunan nasional.
“Saya berpendapat bahwa desa itu sebagai miniatur negara. Negara kecil itu ya desa. Kalau desa dan warganya diberdayakan menjadi sejahtera, damai, dan aman, negara juga sejahtera damai dan aman. Makanya selurtuh kekuatan dan potensi yang ada di birokrasi saya rencanakan di dalam RPJM Jateng yang dibagi dalam tiga tahapan pelaksanaaan,” tambah mantan Pangkostrad ini.
Dia mengemukakan,tahap I dimulai tanggal 23 Agustus 2008 sampai dengan akhir Desember 2009, adalah tahap konsolidasi dan penyusunan konsep pembangunan Jawa Tengah.
“Jadi dimulai begitu saya dilantik menjadi Gubernur Jawa Tengah,” tambahnya.
Tahap II dimulai bulan Januari 2010 sampai dengan akhir Desember 2011, merupakan tahap percepatan dan prioritas sasaran. Tahap III dimulai bulan Januari 2012 dan akan berakhir tanggal 22 Agustus 2013, merupakan tahap perwujudan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera, mandiri, dan berdaya saing.
“Konsep ini ternyata sesuai dengan program pembangunan nasional,” katanya.
Sementara itu visi yang ingin dicapai dari Gerakan Bali Ndeso Mbangun Deso adalah terwujudnya masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera.
Langkah-langkah untuk mencapai visi tersebut dilaksanakan melalui enam misi, yaitu pertama, mewujudkan pemerintahan yang bersih dan profesional serta sikap responsif aparatur.
Kedua pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan intensifikasi pertanian dalam arti luas, pemberdayaan UMKM dan industri padat karya. Ketiga, memantapkan kondisi sosial budaya yang berbasiskan kearifan lokal. Keempat, pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi secara berkelanjutan.
Kelima, peningkatan perwujudan pembangunan fisik dan infrastruktur. ”Dan keenam mewujudkan kondisi aman dan rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat. Tanya bali ndeso mbangun ndeso segala,apa wong Jateng, ya ...,” tanya Gubernur yang dikenal sering berseloroh ini.
Ketika maju ke panggung untuk menerima tropi dari MenPAN dan RB, purnawirawan jenderal TNI AD berbintang tiga ini mengambil sikap sempurna ketika minta ijin kepada Mendagri Gamawan Fauzi. Apakah ini sudah menjadi kebiasaan atau kebetulan bertemu Mendagri?
Dengan suara bergetar sambil mengepalkan tangan mantan Komandan Korem 043/Garuda Hitam (Provinsi Lampung) ini mengatakan, pemimpin memang harus begitu. “Itu menunjukkan jati diri sebagai seorang pemimpin yang selalu memegang teguh komitmen dan bangga dengan tugas,” tegasnya.
“Jadi tata kelola pemerintahan yang dicanangkan melalaui Kementerian PAN dan RB kesemuanya saya lakukan dengan maksimal di Jawa Tengah, sehingga hasil dan kinerja aparatur negara kita positif,” tambahnya. (her)















