berita2.com (Wonogiri, Jawa Tengah): Sebanyak 168 PNS di Kabupaten Wonogiri mengikuti ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah (UKPPI) di SMP N 2 Wonogiri. Bupati Wonogiri yang diwakili Sekda Drs. Budisena, MM, Rabu 6 Juli 2011 . UKPPI yang diikuti golongan Id, IIc, dan IId ini berlangsung selama 2 hari, untuk hari pertama merupakan ujian tertulis, sementara ujian lisan dilaksanakan pada hari berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut Sekda mengatakan bahwa pelaksanaan UKPPI merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM PNS di Kabupaten Wonogiri. “Pendidikan yang lebih tinggi tentunya jangan dijadikan formalitas atau persyaratan saja. Namun harus bisa mencerminkan intelektualitas yang lebih tinggi dalam berfikir. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan, berarti ikut meningkat pula kemampuan. Nah, tentu peningkatan ini harus disertai perubahan pola pikir,” terangnya.
Ditambahkan Sekda bahwa keberhasilan mengikuti UKPPI bukan hanya kebanggaan PNS yang bersangkutan, tapi juga indikator kemajuan PNS di Kabupaten Wonogiri yang semakin hari memiliki jenjang pendidikan yang lebih baik. Namun, di satu sisi saat ini Pemkab kekurangan SDM baik dari segi kuantitas dan kualitas. “Jika berhasil lulus dalam ujian ini, ada beberapa konsekuensi. Pangkat naik, otomatis gaji juga ikut naik. Lalu anda semua pasti lebih dekat pada jabatan tertentu. Harapan kami, tentunya peningkatan yang demikian harus diimbangi dengan menunjukkan kemampuan masing-masing dalam bekerja di bidangnya,” imbuh Sekda.
Sekda berpesan bahwa PNS yang berhasil lulus nanti hendaknya mampu menunjukkan prestasi, kinerja, dan kapasitasnya sebagai aparatur yang professional. “Jangan meniru perilaku pegawai yang bersikap apatis. Penting masuk kerja, lalu naik pangkat. Apalagi jika PNS ini dijadikan samben saja, karena ada usaha lain yang lebih menguntungkan dan menopang kehidupannya. Sebab yang demikian itu masyarakat akan dirugikan. Sebagai lembaga pemerintahan, kapasitas dan intelektual kita sangat diharapkan masyarakat sebagai penyelenggara Negara yang baik. Dan lama-lama yang apatis dan tidak professional akan tersingkir juga.” (ara)