Pasar Pagaden, Subang, Jawa Barat, semalam terbakar. Dalam peristiwa itu sedikitnya 50 lebih kios dari 400 buah kios pasar yang ada di pasar inpres Pagaden, Kecamatan Pagaden,Kabupaten Subang, semalam ludes terbakar. Kejadian tersebut, terjadi sekitar pukul 20.00 Wib, Minggu Malam 6 Februari 2011.
Sedikitnya 3 buah mobil pemadam kebakaran milik Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Subang diturunkan guna melumpuhkan kobaran si jago merah.
Dalam peristiwa itu kobaran api terus membesar terjadi pada pukul 21:30, ditandai dengan beberapa kali ledakan akibat beberap drum minyak kelapa yang terbakar. Para petugas pemadam kebakaran dibantu warga pedagang pasar itu sibuk melakukan upaya memadamkan kobaran api.
Menurut keterangan dari Mantri Pasar, Sundar, kejadian terbakarnya kios tersebut, bermula dari kios Asep, pedagang kue, kemudian merembet ke kios pasar yang lain.
“Kejadian berawal dari kios Pak Asep, pedagang kue, diduga berawal dari adanya hubungan pendek arus lisrik, hingga berakibat terbakarnya kios tersebut, hingga merambat ke kios-kios lainnya ke arah selatan pasar Pagaden,”ujar Sundar.
Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto melalui Kapolsek Pagaden, AKP. Yaya Mulyana kepada wartawan mengatakan, berdasarkan keterangan yang didapat dari warga, api berasal dari dua titik, yakni dari titik tengah dan dari ujung paling selatan.
Yaya juga mengungkapkan, awalnya malam itu sempat terjadi mati lampu, namun sepuluh menit kemudian ada laporan dari warga jika pasar kebakaran. Setelah mendapat laporan tersebut, Kami langsung menelpon pemadam kebakaran Kabupaten Subang, tidak lama kemudian pemadam kebakaran datang, hanya saja api begitu cepat menyebar ke kios lainnya,”ujar Kapolsek.
Sementara Kasi Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Indagsar) Kabupaten Subang, Junaedi, mengatakan pihaknya masih belum bisa menghitung nilai kerugian yang diderita oleh para pedagang.
Menurutnya, pihak Indagsar dan pihak terkait harus mendata terlebih dahulu nama pedagang serta dagangan yang dijual. “Hanya saja kerugian,diperkirakan sekitar Rp 3 miliar,” ujar Junaedi.
Salah seorang pedagang pasar Pagaden, Dian yang berjualan plastik, dagangan yang baru dibeli pada hari minggu tersebut, habis semua, sementara nilai kerugian yang dideritanya sekitar Rp. 10 juta. “Barang yang terbakar sejenis plastik dan koran, yang baru ketahuan sekitar Rp. 10 juta, bisa lebih dari itu,”tambah Dian.
Salah seorang warga yang saat itu tengah membantu evakuasi barang dagangan, Ade Dadan, mengatakan, jika kebakaran yang terjadi di pasar inpres pagaden tersebut sudah yang ketiga kalinya, sementara untuk yang pertama dan kedua, kios milik bibinya, tidak terbakar. “Namun untuk Kali ini, jadi korban juga,”tambah Dadan.
Hingga tadi malam tim pemadam kebakaran masih terus melakukan upaya-upaya pemadaman, hanya saja, karena jumlah kendaraan yang diturunkan hanya sebanyak 3 unit, hingga mengakibatkan upaya pemadaman menjadi tidak maksimal. Lain dari itu, banyaknya warga yang menonton kebakaran tersebut, mengakibatkan laju kendaraan pemadam kebakaran sedikit terhambat.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya