berita2.com (Mataram, Nusa Tenggara Barat ): Peserta dari Provinsi Sumatera Barat memuji pelaksanaan Jambore 1000 Pendidik dan Tenaga Kependidikan- Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan non formal dan informal (PTK-PAUDNI) 2011 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) terselenggara dengan baik dan memuaskan.
“Kegiatan terlaksana dengan baik dan kami berharap giliran Sumatera Barat dipercaya jadi tuan rumah kegiatan 2012 mendatang,” kata Dra Fauzia, ketua tim lomba tata rias busana dari Padang, Sumatera Barat (Sumut) Sabtu (16/7) di gedung Penampungan Haji Indonesia (PHI), Mataram.
Tata rias busana adat pengantin merupakan salah satu dari sejumlah kegiatan yang digelar pada Jambore yang berlangsung 14 s/d 19 Juli itu. Ajang tersebut merupakan Jambore kelima dan baru pertama kali digelar di luar P. Jawa dan diikuti 33 provinsi.
Sebanyak 462 peserta mengikuti berbagai perlombaan. Sejumlah 460 peserta didik mengikuti diklat, rakor, sosialisasi dan workshop, berikut penggembira 300 orang dan 400 orang dari unsur panitia, juri dan pendukung acara.
Seperti halnya dari daerah lain, peserta dari Padang tampil diajang perlombaan tata rias busana pengantin setelah sebelumnya memenangi lomba tata rias pengantin pada tingkat provinsi yang berlangsung 18 dan 19 Juni lalu di Kota Pariaman.
Hal yang menarik dari lomba tata rias busana adat pengantin ini, para peserta tidak membawa anak atau pasangan remaja yang bakal dihiasi dari daerah masing-masing, melainkan para siswa siswa yang dipinjam dari sejumlah sekolah tingkat SLTA di kota Mataram.
Egi Irani Dasrel, instruktur tata rias dari Padang, memandang lomba tata rias busana adat pengantin ini menarik karena tidak hanya sekedar bagaimana memoles, menghias dua pasangan remaja supaya tampil menarik.
Tetapi juga sekaligus bagaimana mempresentasikan dengan baik tentang pakaian adat yang dipakai, ”Butuh ketelitian, ketelatenan dan saya kira disinilah letak pentingnya kita mencintai seni budaya,” kata Egi.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pradana, daerah Padang yang dipimpin Jhoni Harpen melalui program kursus salon Ezy, pada ajang tersebut menonjolkan rias pengantin dengan pakaian adat Minangkabau khas Padang Pesisir.
Jambore 1000 PTK – PAUDNI ini dibuka resmi oleh Gubernur NTB. TGH. M. Zainul Majdi Kamis (14/7) lalu ditandai pemukulan bedug bersama Dirjen PAUDNI, Kementerian Pendidikan Nasional Dr. Hamid Muhammad, didampingi Wakil Gubernur Ir H Badrul Munir, Walikota Mataram H Ahyar Abduh dan Bupati Sumbawa Drs H Jamaludidn Malik. (Ori)