berita2.com(Subang): Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Purwakarta, terpaksa harus mendekam di kamar tahanan Mapolsek Sagalaherang, Subang, karena selain pengguna juga diduga sebagai penjual ganja.
Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto melalui Kapolsek Sagalaherang AKP Cuhlan di sela-sela pengamanan di jalur selatan membenarkan ditangkapnya tersangka DS (26) alias Basuni, warga Kp. Cibeureum, Desa Ponggang, Kec. Serangpanjang Subang mahasiswa semester VII salah satu perguruan tinggi di Purwakarta ini, ditahan karena terlibat narkotika jenis ganja.
"Terbongkarnya DS setelah petugas berhasil menangkap Yun alias Kunus (32) warga Kp. Bojongrangkas Desa, Dayeukolot, Kec. Sagalaherang dan ditemukan barang bukti satu paket kecil ganja," ujarnya.
Kemudian kasusnya dikembangkan dan mengarah pada tersangka DS, karena barang haramnya berasal dari dia. Yun sendiri hanya menjual terutama kepada pelajar. "sete petugas menyergap DS ke rumahnya, ptugas hanya mendapatkan satu paket kecil sisa pakai," jelas Kapolres
Tersangka DS kepada penyidik mengaku selain memakai juga menjual kembali. Ia mulai kecanduan akibat pergaulan di Purwakarta. Sebagai orang desa, dia mengenal ganja setelah dikenalkan melalui seorang teman kepada Opk, warga Pasawahan, Purwakarta dua bulan lalu. Sejak itu DS mulai menikmati daun haram dan berbisnis, katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Daerah
Mahasiswa Pengedar Ganja Ditangkap
Beginilah Jadinya Bila Menghina Ulama
berita2.com (Ciamis): Ratusan orang mengepung kantor Kepolisian Sektor Pamarican, Ciamis, Jawa Barat, untuk menghajar tiga orang yang diamankan polisi karena menghina ulama dan agama. Pada Sabtu (4/9/2010) suasana sudah mulai terkendali.
Tiga pelaku yang dievakuasi ke Kepolisian Resor Ciamis itu diamuk massa lantaran mengeluarkan pernyataan yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Mereka menyebut bahwa jika seseorang menikah tak perlu saksi, tak perlu ada puasa, dan memberi zakat harus sebanyak mungkin.
Dan, semakin mengundang kemarahan warga karena pelaku menyatakan bahwa ulama tidak ada apa-apanya. Dua warga yang membuat masalah itu adalah Ngaliman dan
Jejen. Juga Turiman, Kepala Desa Sukahurip.
Akhirnya tiga pelaku disidang oleh para ulama serta diminta membaca dua kalimat syahadat. Sayangnya, hal tersebut tetap membuat warga marah sehingga memukuli para pelaku.
Garam Nagekeo Terbaik di Indonesia
berita2.com (Kupang): Garam yang akan diproduksi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan garam terbaik di Indonesia. Kondisi ini didukung oleh luas areal, mutu dan iklim di lingkungan setempat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun, saat memaparkan materi tentang potensi dan peluang industri garam di Indonesia, pada acara tatap muka dengan para pejabat di lingkungan Pemprov NTT, di Kupang, Jumat malam.
Menurut Alex, saat ini salah seorang investor dari Australia sedang melakukan studi kelayakan untuk membuka usaha garam berstandar internasional di Nagekeo.“Investor tersebut adalah pemilik industri garam terbesar di Australia. Diharapkan, tahun depan dia sudah memulai usahanya di Nagekeo,”katanya.
Dia mengatakan, pemerintah terus berupaya mengembangkan industri garam di Indonesia, guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan untuk tujuan ekspor setelah melihat potensi yang ada di beberapa daerah selain Pulau Madura, sebagai daerah penghasil garam terkemuka di Indonesia.
Dia mengakui, sampai tahun 2010, Indonesia masih mengimpor garam dari luar negeri terutama dari Australia, khususnya untuk kebutuhan industri.
“Potensi produksi garam Nagekeo, rata-rata mencapai 150.000 – 200.000 ton per tahun. Sedangkan luas lahan untuk memproduksi garam 2000 hektare, namun, saat ini yang baru bisa dimanfaatkan 700 hektare. Kita juga butuh gukungan masyarakat dan Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk menyiapkan infrastruktur terutama jalan ke lokasi tersebut ,” ujarnya.
Kata dia, selain Kabupaten Nagekeo, wilayah perairan sekitar Teluk Kupang, di Kabupaten Kupang, memiliki potensi ditunjang luas lahan potensial dan salinitas yang sangat baik untuk memproduksi garam.
Luas lahan potensial di Kabupaten Kupang, jelasnya, selain dimanfaatkan masyarakat setempat binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, sementara sebagian besarnya masih terkendala dengan Hak Guna Usaha (HGU) PT Panggung Guna Ganda Semesta, yang tidak beroperasi sejak Indonesia diterpa krisis ekonomi tahun 1997 lalu, dan baru akan berakhir beberapa tahun ke depan.
“Untuk wilayah NTT kita tetap fokus pada produksi garam di Nagekeo dan Desa Oeteta, Kabupaten Kupang, guna menurunkan besarnya impor garam dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri,” katanya.(Albertus)
Obyek Vital Juga Diperketat Pengamanannya
berita2.com (Jombang): Sebanyak 480 personil di siagakan dalam rangka mengamankan Operasi Ketupat 2010 di Kabupaten Jombang. Dari 480 personil tersebut, diantaranya terdiri dari berbagai unsur, yakni: Polri, Dishub, Dinkes, Kodim, Rapi, Banser dan Pol PP, yang kesemuanya mempunyai tugas masing-masing dalam rangka memberikan kenyamanan, keamanan dan kelancaran pemudik.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Samudi, melalui Kasatlantas Jombang, AKP Ari Wibowo, yang menerangkan tentang kesiapan Polres Jombang dalam menjalankan operasi ketupat.
“Ada 13 Pos Pam yang disiapkan. 8 diantaranya pos tetap, sedangkan 5 diantaranya merupakan pos pantau tambahan, serta ditambah dengan pos gabungan antara Polres Nganjuk, Kediri dan Jombang yang terletak di Wilayah Mangkreng, Kec. Bandar Kedung Mulyo (BKM),” katanya, Sabtu, (4/09/2010) siang.
Lokasi rawan kemacetan, tambahnya, terletak di daerah Mojoagung dan Brak'an, masing- masing dikarenakan jembatan yang menyempit dan penyempitan jalan di jembatan. Untuk itu, lanjutnya, telah disiapkan jalur alternatif yang ada di kawasan simpang tiga Mojotrisno dan Simpang Empat Gambiran, ini adalah jalur alternatif untuk wilayah timur, sedangkan untuk wilayah sebelah barat kota Jombang, jalur alternatif melalui simpang empat di Jl. KH. Wahid Hasyim dan Simpang Tiga Jati Pelem.
“Selain itu pengendara juga akan di beri leaflet yang berisi himbauan saat mudik, serta berbagai aturan keselamatan. Sebanyak 2000 leaflet telah disiapkan dan akan dibagikan pada pengendara ditiap-tiap pintu masuk Kota Jombang, selain itu, ada 300 lembar banner dan spanduk yang berisi himbauan kepada pengendara yang akan terpasang di lokasi-lokasi yang strategis,” jelas pria asal Jakarta, ini.
Untuk daerah rawan kecelakaan, sambungnya, terletak didaerah Gambiran, Perak dan BKM. Hal itu disebabkan karena di daerah tersebut memiliki anatomi jalan yang lurus, sehingga memungkinkan pengendara untuk memacu laju kendaraaannya.
Namun, sampai saat ini arus kendaraan pada H-6 belum menunjukkan peningkatan arus lalu lintas, baik dari kendaraan roda empat atau dua. Menurut informasi, kepadatan arus lalu lintas diperkirakan terjadi pada H-3 – H-1.
“Bukan hanya di Jalan Raya, antisipasi keamanan terhadap terjadinya kriminalitas juga terus dilakukan, terutama di lokasi yang terdapat obyek-obyek vital, seperti Bank, toko emas dan pasar. Tak lupa himbauan juga sudah disampaikan kepada Camat dan Kepala Desa yang di Kabupaten Jombang, agar menutup jalur masuk kampung dan meningkatkan keamanan daerah masing-masing saat mudik,” pungkasnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Undar, Kembangkan Pendidikan di Luar Daerah
berita2.com (Jombang): Dualisme kepengurusan yang terjadi di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, memang patut disayangkan. Karena, tak bisa dipungkiri Undar merupakan Perguruan Tinggi yang paling lama di Kota Jombang, dan sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh penting sejak berdiri pada18 September 1965.
Rektor Undar, Lukman Hakim Musta'in baru-baru ini memang telah mendapatkan pengesahan dari Menkumham atas Yayasan Universitas Darul 'Ulum Trisula, yang berkedudukan di Jombang pada tanggal 25 Mei 2010, dengan nomor: AHU.3341.AH.01.04.Tahun.2010. Dengan dasar hukum ini, Gus Luk (panggilan untuk Lukman Hakim Musta'in) semakin gencar untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan di Undar baik di Jombang atau di luar Kota Jombang.
Tak tanggung-tanggung ada 4 Kabupaten di Wilayah Kalimantan Tengah, yang saat ini menjalin kerjasama dalam bentuk kelompok belajar/ kuliah luar domisili. Antara lain, Kab. Sukamara, Kab. Kota Waringin Barat, Kab. Lamandau dan Kab. Seruyan, yang kesemuanya terletak di wilayah Kalimantan Tengah.
Kelompok belajar ini, Kata Gus Luk, bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan pemerataan pendidikan. Dan sudah dimulai sejak Tahun 2010, sesuai yang diatur dalam PP. No 17/2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Semua itu, lanjut Gus Luk, didukung dengan tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya.
“Setelah 4 Kabupaten di Kalimantan Tengah, berikutnya kita akan ke Kota Tual untuk mengembangkan pendidikan dan daerah lain, sesuai dengan cita-cita pendiri Undar, DR.KH. Musta'in Romly ” katanya, Sabtu (4/9/2010) siang.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Halaman 3 dari 307
Daerah

















