Jendral Susno Duadji, mantan kabareskrim Polri satu di antara sederet nama yang terpilih the news maker www.berita2.com of the month. Antara lain disebabkan Ia cukup lama bertengger di headline news dan second head line news di sejumlah media cetak nasional, online maupun elektronik. Ia paling rajin diundang menjadi narasumber pada acara talk show di stasiun Televisi, radio maupun wawancara khusus media cetak bahkan menjadi tema diskusi di jejaring sosial face book.
‘Fenomena’ Susno dimulai ketika isyu kriminalisasi KPK menyeruak ke publik. Dialah yang pertama kali mencetuskan istilah “cicak dan buaya” untuk membandingkan antara KPK dan Polri. Pernyataan Susno kontak mendapat reaksi yang demikian massif hampir ke seluruh Indonesia. Demonstrasi anti kriminalisasi KPK dan gelombang anti polisi demikian kuat.
Dewan redaksi berita2com menilai, ada sejumlah alasan yang mendukung sehingga Ia memang pantas "dinobatkan” the news maker. Antara lain sepakterjangnya yang kadang sulit dipahami. ‘ulahnya’ yang tidak lazim, membuat opini publik seperti tersihir dalam pasang surut irama gelagatnya.
Alasan lain., Ia mampu ‘mengolah’ opini publik sedemikian rupa. Lihatlah misalnya ketika pertama kali isyu Bank Century mengemuka ke publik, lalu dilajutkan pemutaran rekaman sadapan telepon Anggodo, seolah semua mata tertuju kepadanya sebagai salah satu figure yang ikut bermain dan menikati kuncuran dana bailout Bank Century. Bahkan sempat beredar kabar Ia mendapatkan Rp 10 miliar dari sana.
Lihat pula Ia sempat menangis dan bersumpah atas Nama Tuhan bahwa dirinya tidak menerim, uang sogok sejumlah Rp 10 miliar seperti rumor yang beredar.Setelah sumpah tersebut justru banyak yang mencemooh bahwa itu hanyalah air mata buaya. Bahkan Ia juga sempat “terhakimi” karena dianggap melakukan ‘sowan’ ke Anggoro, di Singapura buronan yang paling dicari penegak hukum di Indonesia baik polisi maupun KPK.
Yang lebih mengejutkan, Ia bahkan dengan pakaian dinas hadir selaku saksi di persidangan terdakwa Antasari Azhar, padahal Ia tidak mendapat izin dari Kapolri. Ia berkilah telah melapor (lewat SMS) kepada Kapolri melalui ajudan. Langkah-langkah tersebut sesuatu yang tidak lazim di kalangan Polri. Prosedur baku seorang perwira polri seperti diungkapkan oleh Humas Polri adalah melalui surat resmi dan ijin resmi tidak melalui SMS.
Berita2.com menilai Susno cukup cerdik memainkan kartu. Dalam sejumlah wawancara di media massa. Ia menganggap bosnya yang tidak lain adalah Kapolri, adalah seorang jenderal polisi yang reformis dan tidak akan marah dengan tindakannya tersebut. Pernyataan ini jelas sebuah bentuk peat comply bagi Kapolri. Jika Susno dihukum karena tidakannya, maka jelas pendapat umum akan mengatakan bahwa Kapolri tidak reformis. Benar, ulahnya dianggap selesai oleh pimpinan Polri. Susno memang cerdik.
Sejak menjadi saksi di persidangan itu pendapat umum berbalik 180 derajat terhadapnya lalu dilanjutkan menjadi saksi di Pansus Century, di mana Ia juga memberikan pernyataan-pernyataan penting mengenai aliran dana bank yang bermasalah tersebut.
Belum lama berselang jenderal bintang tiga ini membuat testimoni baru di Pansus DPR yang juga cukup menarik perhatian public.
Berita2.com memperkirakan jenderal berbintang 3 ini dalam 2 minggu ke depan masih menjadi perbincanagan di media cetak, online maupun elektronik hingga penyelidikan kasus Century berakhir.(MG)

















