berita2.com: Sehari menjelang pelantikannya sebagai presiden untuk masa jabatan 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono menyelesaikan proses uji kelayakan dan uji kepatutan calon menteri secara mulus dan meyakinkan.
Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng dalam keterangan pers di Puri Cikeas, Bogor, Senin sore mengatakan proses pemanggilan dan uji kelayakan yang berlangsung sejak Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10) telah dilakukan terhadap 36 calon menteri.
"Seluruh proses `fit and proper test` (uji kelayakan dan dan kepatutan) sudah selesai dilakukan dan dari enam yang diundang hari ini, sebagian langsung mengikuti tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto (Jakarta)," kata Andi.
Meski demikian, menurut Andi, masih ada satu nama lagi yang akan melakukan uji kelayakan pada Selasa (20/10) yaitu Kuntoro Mangkusubroto. Proses itu, menurutnya, akan dilakukan Presiden Yudhoyono di Istana Presiden.
Andi tidak menyebutkan posisi yang akan ditempati oleh Kuntoro, namun ketika wartawan menyebutkan Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi (UP3R) yang dibentuk melalui Inpres No 17/2006 tanggal 29 September 2006, calon menteri negara pemuda dan olahraga itu hanya menganggukkan kepala.
Ia mengatakan pemanggilan Kuntoro dilaksanakan Selasa (20/10) besok karena malam ini Presiden Yudhoyono akan menyiapkan pidato yang akan disampaikan usai pelantikannya menjadi presiden periode 2009-2014 pada sidang paripurna MPR Selasa (20/10) pukul 10:00 WIB.
"Dan itu setelah pelantikan, nanti akan ada semacam acara pemberian selamat di Istana dari sejumlah tamu-tamu negara dan kepala pemerintahan negara sahabat yang hadir," katanya.
Dijelaskannya, dari 36 nama calon menteri yang sudah dipanggil, 90 persen sudah bisa dipastikan akan masuk ke dalam anggota kabinet Indonesia Bersatu II, namun masih terbuka kemungkinan adanya perubahan terutama terkait masalah kesehatan atau masalah hukum.
"Yang jelas kepastiannya baru bisa disebutkan setelah pengumuman oleh Presiden," katanya.
Andi menambahkan bahwa jumlah menteri memang hanya 34 sehingga dua orang lainnya dari yang dipanggil akan mengisi posisi tertentu yang nanti akan disampaikan langsung oleh presiden.
Sejak Senin (19/10) siang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil enam orang calon menteri masing-masing Marty Natalegawa, Purnomo Yusgiantoro, Fadel Muhammad, Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Armida Alisjahbana, Fredy Numberi dan Suswono.
Marty diperkirakan menempati pos Menteri Luar Negeri, Purnomo Yusgiantoro diperkirakan menempati pos Menteri Pertahanan, Fadel Muhammad diperkirakan menempati pos Menteri Kelautan dan Perikanan dan Suswono diperkirakan menjadi Menteri Pertanian.
Kemudian Armida Alisjahana diperkirakan menempati posisi Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Fredy Numberi diperkirakan menempati Menteri Perhubungan.
Pada Sabtu yang mendapat giliran menjalani uji kelayakan adalah Djoko Suyanto, Hatta Radjasa, Agung Laksono, Sudi Silalahi, Gamawan Fauzi, Sri Mulyani, Muhammad Nuh, Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu, Syarif Hassan, Tifatul Sembiring, Sutanto, Salim Segaf Al-Jufri, Jero Wacik, Muhaimin Iskandar serta Andi Mallarangeng.
Sementara pada Minggu, figur yang menjalani uji kelayakan adalah Djoko Kirmanto, Darwin Zahedy Saleh Ketua DPP Partai Demokrat bidang ekonomi, Ketua Kadin Indonesia MS Hidayat, guru besar Universitas Lambung Mangkurat Gusti Muhamad Hatta, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PKS Suharna Surapranata dan Ketua Kowani Linda Agum Gumelar dan Nila Djuwita Moeloek.
PDIP
Meski sempat ada tanda-tanda kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan masuk kabinet, namun hingga Senin petang dan pemanggilan calon menteri berakhir, belum ada kader partai itu yang ikut uji kelayakan.
Menurut Andi usai uji kelayakan calon menteri di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, Puri Cikeas Indah, Bogor, Senin, saat ini proses perekrutan menteri sudah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah tersusun rapi.
Ia mengibaratkan dengan jadwal keberangkatan kereta api yang tentunya harus berangkat dengan penumpang yang telah siap.
"Jadi jadwal sudah tersusun rapi, jadwal keberangkatan sudah jelas. Kalau ada penumpang harap semua naik ke kereta sebelum jadwal keberangkatan, jadi keretanya tidak `ngetem` (menunggu-Red)," ujarnya.
Seperti layaknya jadwal keberangkatan kereta api yang sudah pasti, lanjut dia, tentu tidak menunggu penumpang yang masih sibuk berkemas.
Pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu II direncanakan diumumkan oleh Presiden Yudhoyono pada 21 Oktober 2009. Pelantikan menteri-menteri baru akan dilaksanakan pada 22 Oktober 2009.
Sedangkan pada 23 Oktober 2009 sebelum berangkat ke Thailand untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 Asean, Presiden Yudhoyono berencana menggelar sidang kabinet paripurna pertama untuk memberi arahan kepada menteri-menteri barunya.(*/wan)